Pemkab PPU Ajak GAMKI Jadi Mitra Jaga Kerukunan dan Toleransi di Tengah Keberagaman

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong organisasi kepemudaan mengambil peran lebih besar dalam merawat kerukunan masyarakat. Keberagaman agama, suku maupun budaya dinilai harus menjadi kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Bupati PPU Mudyat Noor melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Margono Hadi Sutanto, pada Pelantikan Pengurus DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten PPU periode 2026–2029, di Aula Lantai I Kantor Pemkab PPU9, Jumat (4/9/2026).
Mudyat menilai GAMKI memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi ruang berhimpun generasi muda Kristen, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam membangun karakter, wawasan kebangsaan dan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat.
“GAMKI memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar memiliki iman yang kuat, karakter, integritas serta wawasan kebangsaan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal untuk ikut memberikan kontribusi bagi daerah,” ujar Mudyat dalam sambutan yang dibacakan Margono.
Pemkab PPU juga mendorong kepengurusan baru GAMKI tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, gereja, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan hingga berbagai kelompok masyarakat dinilai penting untuk memperluas manfaat keberadaan organisasi.
Menurut Mudyat, perbedaan latar belakang yang ada di PPU semestinya tidak menjadi sekat antarmasyarakat. Sebaliknya, keberagaman perlu dirawat sebagai modal sosial untuk menciptakan daerah yang aman dan damai sekaligus mendukung proses pembangunan.
“Jadikan GAMKI sebagai ruang untuk belajar dan mengabdi sekaligus membangun persaudaraan. Soliditas organisasi perlu dijaga, tetapi komunikasi dan kerja sama dengan elemen masyarakat lainnya juga harus terus diperkuat,” pesannya.
Ketua DPD GAMKI Kalimantan Timur, Daniel Abadi Sihotang, mengapresiasi dukungan Pemkab PPU terhadap keberadaan GAMKI. Kepengurusan DPC GAMKI PPU periode 2026–2029 diharapkan mampu memperluas kolaborasi dengan pemerintah serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Pemkab PPU, DPD GAMKI Kalimantan Timur, jajaran DPC GAMKI PPU, Bimas Kristen Kementerian Agama, Bawaslu PPU, para pendeta serta perwakilan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, termasuk Ansor, Banser dan GMNI. Kehadiran berbagai unsur tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi yang ingin terus dijaga di Kabupaten PPU. (Adv/Rir)



