IKNNasional

DPR Ingatkan UMKM Lokal Jangan Tersisih dari Pembangunan IKN

Kunjungan Komisi VII DPR RI ke IKN. (Foto: Humas OIKN)

Editorialkaltim.com – Masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus dibarengi dengan terbukanya ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komisi VII DPR RI mengingatkan Otorita IKN agar masyarakat dan pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan ibu kota baru.

Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat kunjungan kerja ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026).

Rahayu menilai pembangunan infrastruktur dan tingginya penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) patut diapresiasi. Namun, keberadaan UMKM lokal juga harus mendapat perhatian dan ruang untuk berkembang.

Baca  Beda dengan Jokowi, Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Netral dalam Pemilu 2024

“Jangan sampai UMKM ini tidak ada ruang di IKN. Kami sudah menyampaikan kepada Pak Basuki sebagai Kepala OIKN untuk terus memperhatikan bukan hanya kesiapan fisik saja, tetapi juga pelibatan masyarakat lokal maupun UMKM kita,” kata Rahayu.

Menurutnya, perkembangan IKN akan membuka peluang ekonomi yang besar. Karena itu, masyarakat lokal dan UMKM harus dilibatkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.

Baca  Sepaku Gelar Musrembang RKPD 2026, Fokus Pembangunan Berkelanjutan Menuju IKN

Program tersebut meliputi pelatihan kuliner bersama chef profesional, penyediaan stan usaha, pelatihan hospitality, pengembangan IKN Digital Community, fasilitasi promosi produk, pendampingan sertifikasi halal, hingga workshop kewirausahaan bersama Bank Indonesia.

“Sekarang konsumsi kegiatan di IKN tidak lagi didatangkan dari Balikpapan. Kami menghadirkan chef untuk melatih pelaku kuliner agar mampu mengembangkan usahanya. Kami ingin mereka tidak hanya berkembang di sektor kuliner, tetapi juga pada berbagai bidang usaha lainnya,” ujar Basuki.

Komisi VII DPR RI juga melihat perkembangan sektor pariwisata dan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) sebagai peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal.

Baca  Prabowo Yakin RI Capai Swasembada Energi, Tak Lagi Impor BBM dalam 5 Tahun

Keberadaan hotel, fasilitas MICE, serta meningkatnya kunjungan ke IKN dinilai dapat membuka pasar baru bagi UMKM jika diikuti dengan kebijakan yang memberikan ruang kepada pelaku usaha lokal.

“Saya rasa ini bisa menambah animo bukan hanya lokal, tetapi juga dari internasional untuk melihat Ibu Kota Negara yang baru yang sangat futuristik,” tutur Rahayu. (tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button