
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota Samarinda mulai mematangkan rencana pemindahan aktivitas Pelabuhan Yos Sudarso ke kawasan Palaran. Tidak hanya terminal penumpang, terminal kargo juga masuk dalam skema relokasi yang disiapkan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik dan meningkatkan kapasitas layanan pelabuhan di masa mendatang.
Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda saat ini tengah menyusun berbagai kebutuhan pendukung, termasuk akses jalan menuju kawasan pelabuhan baru. Sejumlah alternatif jalur pun telah dipaparkan kepada Wali Kota Samarinda sebagai bagian dari tahapan perencanaan.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan pihaknya telah menyiapkan lima alternatif akses jalan menuju pelabuhan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan jalur paling efektif.
“Untuk akses pendekat jalannya ada lima alternatif yang sudah kami paparkan,” kata Manalu, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, rencana pemindahan pelabuhan mencakup pengembangan terminal penumpang dan terminal kargo. Untuk terminal penumpang, lokasi dan pengembangannya tetap mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sementara itu, untuk terminal kargo, Dishub masih mengkaji beberapa opsi lokasi. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah mengintegrasikan fasilitas tersebut dengan Terminal Peti Kemas (TPK) yang sudah ada di kawasan Palaran.
Meski demikian, sejumlah aspek teknis masih harus dibahas lebih lanjut sebelum proyek tersebut direalisasikan. Mulai dari kebutuhan anggaran, desain infrastruktur jalan, hingga proses pembebasan lahan masih memerlukan koordinasi lintas instansi.
“Untuk detail seperti lebar jalan, panjang jalan, hingga pembebasan lahan nanti akan dibahas lebih lanjut bersama instansi terkait,” ujarnya.
Dishub saat ini masih melakukan analisis terhadap sejumlah alternatif jalur yang dinilai memiliki jarak paling dekat menuju pelabuhan serta memberikan dampak sosial yang paling kecil bagi masyarakat.
Manalu mengungkapkan, pemindahan terminal penumpang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Target tersebut dinilai realistis karena sebagian besar infrastruktur sisi laut telah tersedia melalui dukungan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, pekerjaan yang menjadi prioritas berikutnya adalah pembangunan akses jalan dan berbagai fasilitas penunjang di sisi darat agar operasional pelabuhan dapat berjalan optimal.
“Untuk penumpang, arahan Pak Wali harus segera dipindahkan, targetnya mulai 2027,” tegasnya.
Ke depan, pengembangan pelabuhan di Palaran juga akan melibatkan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan dan KSOP. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengembangan sekaligus meningkatkan efisiensi transportasi dan aktivitas logistik di Samarinda.
Relokasi Pelabuhan Yos Sudarso ke Palaran juga diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mengurangi kepadatan aktivitas pelabuhan di kawasan pusat kota. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



