Pentas Tahunan Polnes Angkat Luka Korban Tambang

Editorialkaltim.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya (Sedaya) Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar Pentas Tahunan 2026 selama dua hari, Sabtu-Minggu (18-19/7/2026), di Auditorium Polnes. Melalui pertunjukan bertajuk Luka, para mahasiswa menyampaikan aspirasi sekaligus kritik sosial terhadap dampak aktivitas pertambangan melalui medium seni teater.
Pementasan tersebut terinspirasi dari kisah nyata Rahmawati, ibu yang kehilangan putranya, Muhammad Raihan Saputra (10), akibat tenggelam di lubang bekas tambang pada 2014 di kawasan Bengkuring, Samarinda. Tragedi itu menjadi titik awal lahirnya naskah yang diangkat ke atas panggung.
Sutradara Luka, Bayu Andika Wibisana, mengatakan pementasan itu berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap masih banyaknya lubang bekas tambang yang dinilai membahayakan masyarakat.
“Kami memulai dari keresahan terhadap dampak aktivitas pertambangan di sekitar lingkungan. Lubang bekas tambang yang dibiarkan telah memakan banyak korban sehingga kami merasa perlu menyuarakan keresahan itu melalui seni,” ujar Bayu, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak hanya menghadirkan kisah duka sebuah keluarga, tetapi juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk tidak terus bergantung pada sektor pertambangan sebagai penopang ekonomi.
Bayu menjelaskan proses kreatif pementasan berlangsung cukup panjang. Produksi dimulai sejak Desember 2025 hingga akhirnya dipentaskan pada Juli 2026. Selama penyusunan naskah, tim melakukan observasi, mengikuti Aksi Kamisan, berdiskusi dengan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), hingga bertemu langsung dengan Rahmawati sebagai narasumber.
“Proses observasi dimulai sejak Desember bersama narasumber, Ibu Rahmawati, agar cerita yang diangkat benar-benar berangkat dari pengalaman nyata,” katanya.
Melalui pertunjukan itu, para mahasiswa berharap isu keselamatan di kawasan bekas tambang tidak lagi diabaikan. Mereka juga mendorong adanya kejelasan penyelesaian kasus serta keadilan bagi para korban dan keluarganya.
“Harapan kami, kasus-kasus tambang seperti ini mendapat kejelasan dan para korban memperoleh keadilan yang semestinya,” tutup Bayu.(afr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



