KaltimSamarinda

Dinkes Kaltim Siapkan Rp100 Miliar Lengkapi Alkes Gedung Pandurata RSUD AWS

Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran Rp100 miliar pada 2026 untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) di Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Selain alkes, kebutuhan interior gedung juga disiapkan agar fasilitas tersebut dapat segera difungsikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, kebutuhan anggaran untuk melengkapi seluruh alat kesehatan di Gedung Pandurata diperkirakan mencapai Rp250 miliar. Namun, pada tahap awal pemerintah baru mengalokasikan Rp100 miliar.

“Kalau melihat keseluruhan desain, kebutuhan alat kesehatan memang sekitar Rp250 miliar. Dan untuk tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp100 miliar,” ujar Jaya usai mendampingi kunjungan kerja Komisi III DPRD Kaltim di RSUD AWS Samarinda, Senin (20/7/2026).

Baca  Fraksi PKS DPRD Samarinda Beri Penghargaan Kepada Kader Berprestasi

Jaya menjelaskan, hasil peninjauan bersama Komisi III DPRD Kaltim menunjukkan masih ada beberapa bagian bangunan yang memerlukan penyempurnaan. Meski begitu, pekerjaan yang dibutuhkan hanya bersifat minor dan tidak memerlukan perbaikan konstruksi secara besar-besaran.

Ia memastikan anggaran pengadaan alat kesehatan telah disiapkan oleh Dinkes Kaltim. Sementara itu, kebutuhan interior gedung akan dipenuhi melalui anggaran Badan Layanan Umum (BLU) RSUD AWS.

“Dengan gedung yang kita tinjau bersama Komisi III, memang ada beberapa yang perlu diperbaiki, tetapi sifatnya kecil, tidak besar. Dinas Kesehatan sudah menyiapkan anggaran untuk pembelian alat kesehatan, termasuk nanti dari BLU rumah sakit untuk interiornya,” katanya.

Baca  Borneo FC Samarinda Resmi Datangkan Kembali Matheus Pato

Menurut Jaya, Gedung Pandurata ditargetkan selesai pada akhir 2026 dan mulai beroperasi pada Januari atau Februari 2027. Pengoperasiannya dilakukan secara bertahap seiring pemenuhan alat kesehatan di setiap lantai.

“Iya, bertahap. Karena yang nanti dioperasionalkan juga bertahap. Dimulai dari lantai 1, 2, 3, kemudian nanti lantai 4 hingga lantai 8. Jadi tidak semuanya sekaligus,” jelasnya.

Skema tersebut dipilih agar pelayanan kepada masyarakat bisa segera berjalan tanpa harus menunggu seluruh fasilitas di gedung rampung sepenuhnya. Dengan tambahan gedung baru, kapasitas layanan RSUD AWS diharapkan meningkat, terutama untuk mengurangi kepadatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap yang selama ini kerap penuh.

Baca  Pemerintah Pusat Bakal Ganti 40 Jembatan Bailey di Kubar-Mahulu

“Dengan gedung ini kapasitas tempat tidur akan bertambah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan ruang perawatan. Karena itu operasional Gedung Pandurata ingin segera kita percepat,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button