KaltimPenajam Paser Utara

Pasar Induk Penajam Kian Sepi

Kepala UPT Pasar Induk Nenang, Yusriadi (Foto: Editorialkaltim/Agustina)

Editorialkaltim.com – Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan pasar tumpah, perubahan pola belanja masyarakat, hingga maraknya layanan belanja daring disebut menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah pengunjung pasar tradisional tersebut.

Kepala UPT Pasar Induk Nenang, Yusriadi, mengatakan masyarakat kini lebih memilih berbelanja di pedagang pinggir jalan atau pasar tumpah karena dinilai lebih praktis dan menghemat waktu.

“Pengaruhnya besar sekali. Pegawai yang pulang kerja lebih memilih membeli kebutuhan di pinggir jalan. Mereka tidak perlu masuk ke dalam pasar. Apalagi sekarang orang menghitung biaya dan waktu, jadi yang dianggap lebih praktis itu yang dipilih,” kata Yusriadi.

Menurut dia, pasar tumpah yang beroperasi hingga malam bahkan dini hari membuat pola transaksi masyarakat berubah. Kondisi tersebut membuat Pasar Induk Penajam yang aktivitasnya berlangsung pada pagi hingga siang hari semakin sulit bersaing menarik pembeli.

Baca  DPRD Kaltim Apresiasi Pelaksanaan Upacara HUT RI ke-80 di GOR Kadrie Oening Samarinda

Tak hanya itu, melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi juga ikut memengaruhi aktivitas perdagangan. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok membuat masyarakat lebih selektif saat berbelanja.

“Situasi ekonomi seperti sekarang juga berpengaruh. Harga-harga naik dan masyarakat jadi lebih berhitung dalam membelanjakan uangnya,” ujarnya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi turut mengubah perilaku konsumen. Kehadiran layanan pesan antar dan aplikasi belanja membuat sebagian masyarakat tidak lagi harus datang langsung ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang masyarakat cukup telepon atau pesan lewat aplikasi, barang diantar ke rumah. Di satu sisi membantu jasa ojek, tetapi di sisi lain mengurangi kunjungan pembeli ke pasar,” katanya.

Berdasarkan data UPT Pasar Nenang, Pasar Induk Penajam memiliki lebih dari 700 kios dan lapak yang tercatat dimiliki pedagang. Namun, tidak seluruhnya aktif digunakan setiap hari.

Baca  DPRD Kukar Minta Aset Kampus Unikarta Tidak Dibiarkan Mangkrak

Pada hari pasar seperti Kamis dan Minggu, tingkat keterisian lapak diperkirakan hanya sekitar 60 persen. Sementara pada hari biasa, jumlah pedagang yang aktif berjualan turun hingga sekitar 30 persen.

“Yang memegang lapak memang banyak, lebih dari 700. Tetapi yang benar-benar berjualan tidak semuanya,” ungkap Yusriadi.

Ia menjelaskan aktivitas perdagangan saat ini masih didominasi komoditas kebutuhan pokok seperti sayur-mayur, ikan, beras, dan bahan pangan lainnya. Sementara lapak pakaian maupun barang nonpangan cenderung sepi pembeli.

Untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar, Yusriadi menilai diperlukan pengembangan fasilitas pendukung yang lebih lengkap. Beberapa di antaranya layanan penggilingan daging, parutan kelapa, hingga pengembangan kawasan perdagangan yang terintegrasi dengan distributor sembako, toko elektronik, dan pergudangan.

Selain itu, kawasan pasar juga dinilai berpotensi menjadi pusat kuliner dan jajanan masyarakat yang mampu meningkatkan kunjungan serta perputaran ekonomi.

Baca  DPRD Kaltim Sahkan Peraturan Baru untuk Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat

“Kalau kegiatan ekonomi dan kuliner dipusatkan di sini, tentu bisa menjadi nilai tambah bagi pasar. Yang penting jangan terpencar-pencar, karena kalau kegiatan dipecah di beberapa tempat, dampaknya tidak akan maksimal,” tuturnya.

Meski demikian, rencana pengembangan tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran. Saat ini sebagian besar dana yang tersedia masih difokuskan untuk operasional dan pemeliharaan rutin fasilitas pasar.

“Kami berharap adanya dukungan pemerintah daerah untuk menciptakan inovasi dan fasilitas baru yang mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Induk Penajam sebagai salah satu pusat ekonomi masyarakat di Kabupaten PPU,” pungkasnya.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button