
Editorialkaltim.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim melalui Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda melalui kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim).
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara MUI Kaltim dan UNU Kaltim di Aula UNU Kaltim, Rabu (9/9/2026).
Ketua Ganas Annar MUI Kaltim Abnan Pancasilawati mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dengan institusi pendidikan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, MUI memiliki peran penting dalam upaya preventif atau pencegahan. Salah satunya dengan memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Dengan adanya MUI ini kita berharap bahwa upaya preventif ini bisa dilakukan. Kita tidak punya wewenang untuk mengeksekusi, tetapi sebagai salah satu unsur MUI, tugas kita adalah preventif, memberikan pencegahan. Salah satunya adalah memberikan edukasi,” ujarnya.
Abnan menilai perguruan tinggi menjadi lingkungan strategis untuk memberikan edukasi pencegahan narkoba. Mahasiswa perlu mendapat pemahaman mengenai bahaya narkoba agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Ia menyebut tantangan pencegahan narkoba semakin kompleks seiring masifnya perkembangan media massa dan media sosial. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan MUI menjangkau generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Abnan menegaskan MUI tidak hanya diisi kalangan lanjut usia. Regenerasi dengan melibatkan generasi muda juga telah dilakukan MUI Kaltim.
“MUI itu kolaborasi antara orang yang sudah sepuh, yang punya pengalaman, dengan anak-anak muda yang pandai dalam media sosial,” katanya.
Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai bahaya narkoba karena memiliki jangkauan luas dan cepat. Karena itu, kerja sama dengan lembaga pendidikan dinilai relevan untuk memperkuat upaya pencegahan.
“Kita tidak bisa masuk ke lembaga-lembaga perguruan tinggi kalau tidak melalui kerja sama. Kita bersinergi bagaimana melakukan pembinaan terhadap umat, bagaimana menciptakan generasi-generasi muda sebagai tunas bangsa sehingga mereka memiliki akal yang sehat,” tuturnya.
Abnan menilai pencegahan narkoba berkaitan erat dengan upaya menjaga kualitas generasi muda. Penyalahgunaan narkoba dinilai dapat merusak kemampuan seseorang dalam berpikir dan mengambil keputusan.
Selain UNU Kaltim, Ganas Annar MUI Kaltim sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan di Samarinda.
“Alhamdulillah, untuk sekarang kita sudah ada MoU dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long. Kita juga sudah ada MoU dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



