

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal melalui program One Village One Product (OVOP). Program ini menyasar 193 desa dan 44 kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan guna memperkuat perekonomian masyarakat.
Pengembangan produk unggulan tersebut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), badan usaha milik desa (BUMDes), koperasi, hingga pihak swasta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan setiap desa dan kelurahan didorong memiliki produk unggulan sesuai potensi dan sumber daya di wilayah masing-masing.
Selain OVOP, Pemkab Kukar mulai mengembangkan konsep One District One Industry, yakni satu industri unggulan di setiap kecamatan. Kecamatan Kembang Janggut menjadi wilayah pertama yang menyambut inisiatif tersebut.
“Pak Bupati kan selalu menyampaikan ada program One Village One Product. Jadi ini disambut oleh teman-teman kecamatan, ada One District One Industry, setiap kecamatan ada satu industri. Nah, ini pertama kali dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut,” ujar Arianto saat diwawancarai, Kamis (8/10/2026).
Arianto menjelaskan, pengembangan industri unggulan di tingkat kecamatan akan melibatkan koperasi, UMKM, BUMDes, serta pelaku usaha setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk lokal yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi.
Menurutnya, pemerintah desa perlu mengambil peran lebih besar dalam menggali potensi ekonomi wilayah. Dengan begitu, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan usaha produktif masyarakat.
“Kami bagaimana mendorong pemerintah desa di setiap desa itu bersama dengan UMKM yang mereka miliki, BUMDes yang mereka miliki, itu memiliki produk-produk unggulan mereka yang nanti kita bisa sama-sama dorong untuk bisa menjadi unggulan,” jelasnya.
Arianto menilai, keberadaan produk unggulan dapat menjadi identitas ekonomi desa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk tersebut juga diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan melalui dukungan pemerintah dan pelaku usaha.
Ia memastikan pengembangan produk unggulan tidak hanya terpusat di Kecamatan Kembang Janggut. Program tersebut akan diperluas secara bertahap ke seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan di Kukar.
Melalui program ini, Pemkab Kukar menargetkan setiap kecamatan memiliki industri unggulan yang didukung produk potensial dari desa dan kelurahan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.
“Nanti akan dilaksanakan di desa-desa lain juga. Itu nanti akan dilaksanakan di 20 kecamatan dan 193 desa dengan 44 kelurahan, kita akan dorong,” pungkasnya. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



