KaltimKukar

Wabup Rendi Tegaskan Pesta Laut Samboja Bukan Sekadar Hiburan, tapi Menjaga Warisan Budaya

Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin

Editorialkaltim.com – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin menegaskan Pesta Laut Pesisir Nusantara Samboja 2026 bukan sekadar ajang hiburan tahunan. Kegiatan tersebut memiliki makna penting sebagai upaya menjaga warisan budaya masyarakat pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Menurut Rendi, tradisi pesta laut merupakan bagian dari identitas masyarakat pesisir yang harus terus dilestarikan. Festival tahunan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

“Meramaikan pesta laut event tahunan ini bukan hanya soal menikmati hiburan, tetapi juga menjaga warisan budaya dan membantu menggerakkan ekonomi warga Samboja khususnya dan Kutai Kartanegara pada umumnya,” ujar Rendi.

Rendi menilai, keberlangsungan tradisi masyarakat pesisir perlu mendapat dukungan bersama. Terlebih, pesta laut tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni dan hiburan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, rasa syukur, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.

Baca  Pendekar Idaman Kawal Pra Musrenbang Dusun di Sidomulyo, Pastikan Usulan RT Jadi Arah Pembangunan

Ia berharap masyarakat terus menjaga tradisi tersebut agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan daerah. Menurutnya, pelestarian budaya juga harus memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Rendi saat menghadiri kemeriahan Pesta Laut Pesisir Nusantara Samboja, Jumat (16/10/2026) malam. Dalam kunjungannya, ia turut menyapa masyarakat dan mengunjungi sejumlah lapak UMKM yang meramaikan kawasan expo.

Rendi bahkan menyempatkan diri mencicipi mihun, kuliner yang mengingatkannya dengan makanan favorit semasa duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Baca  UPTD Koperasi Kaltim Gelar Pelatihan Anyaman untuk Disabilitas dan Keuangan Koperasi

Di sela kunjungan tersebut, Rendi mengajak masyarakat ikut meramaikan festival dengan berbelanja produk lokal. Menurutnya, dukungan pengunjung sangat berarti bagi pedagang yang memanfaatkan momentum pesta laut untuk meningkatkan pendapatan.

“Masih ada dua hari lagi, yuk etam ramaikan Expo UMKM Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026. Siapkan dompet dan bawa uang yang banyak, lalu lariskan dagangan UMKM kita,” ajaknya, Sabtu (17/10/2026).

Pesta Laut Samboja sendiri menghadirkan berbagai rangkaian tradisi masyarakat pesisir, mulai dari melarung hingga belimbur. Kegiatan tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus wujud pelestarian adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain menjaga nilai budaya, festival ini membuka ruang promosi bagi produk lokal dan potensi wisata Samboja. Kehadiran pengunjung diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Baca  Bimtek Pengelolaan Website OPD di Diskominfo Kukar Berlanjut

Pesta Laut Tempoe Doeloe Samboja 2026 berlangsung selama empat hari, 15–18 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di halaman Pasar Samboja dan kawasan pesisir pantai.

Festival tersebut turut dimeriahkan penampilan Charly Setia Band, Shaggy Dog, serta kegiatan religi bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf.

Rendi berharap pesta laut terus menjadi agenda budaya yang mampu mempererat kebersamaan, menjaga tradisi leluhur, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir Kukar.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button