KaltimSamarinda

Kontrak Segera Berakhir, DPRD Kaltim Sebut Banyak Investor Tertarik Kelola Lembuswana

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Sabaruddin Panrecalle (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Sabaruddin Panrecalle mengungkapkan minat investor terhadap pengelolaan Mal Lembuswana cukup tinggi menjelang berakhirnya kontrak kerja sama tahun ini.

Menurutnya, sejumlah pihak sudah menunjukkan ketertarikan untuk mengelola pusat perbelanjaan tersebut, termasuk investor mancanegara. Namun, DPRD memilih menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Provinsi Kaltim terkait arah pengelolaan selanjutnya.

“Kami melihat banyak investor tertarik mengelola Lembuswana, termasuk dari luar negeri seperti Singapura, namun tetap menunggu keputusan resmi pemerintah provinsi,” ujarnya Senin (6/4/2026), di Samarinda.

Baca  Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,53 Persen Sepanjang 2025, Industri Baru hingga IKN Jadi Penggerak

Ia menegaskan, DPRD tidak ingin berspekulasi terkait siapa yang akan mengelola Mal Lembuswana ke depan. Proses penentuan tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah sebagai pemilik aset.

Sabaruddin menjelaskan masa kontrak pengelolaan Mal Lembuswana dijadwalkan berakhir 26 Juli 2026. Setelah itu, pengelolaan akan kembali ke Pemprov Kaltim sebelum ditentukan skema kerja sama berikutnya.

“Kami menilai pengelolaan ke depan perlu dipersiapkan matang, mulai aspek legalitas hingga konsep pengembangan agar mall kembali diminati masyarakat,” katanya.

Baca  DPRD Kaltim Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Jelang Pemilu 2024

Ia juga menyebut saat ini tahapan administrasi seperti legalitas dan kontrak sedang dipersiapkan. Hal ini dilakukan agar proses transisi pengelolaan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas operasional.

Lebih lanjut, Sabaruddin berharap pengelolaan baru mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengingatkan Mal Lembuswana pernah menjadi salah satu pusat perbelanjaan unggulan di Samarinda.

Baca  Pemkab Kukar Gelar FGD Penguatan Tupoksi Tim Koordinasi Kerjasama Daerah

Namun, ia mengakui daya tarik mal tersebut kini kalah bersaing dibanding pusat perbelanjaan modern lainnya. Hal ini menjadi tantangan yang harus dijawab melalui inovasi dan pembaruan konsep.

“Kami berharap pengelolaan baru mampu mengoptimalkan potensi aset daerah ini, meningkatkan pendapatan serta menghidupkan kembali kejayaan Lembuswana seperti dulu,” tutupnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button