KaltimSamarinda

Kasus ISPA di Kaltim Meningkat akibat Asap Karhutla

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi kabut asap, titik api, serta minimnya curah hujan yang membuat debu lebih mudah beterbangan.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, peningkatan kasus ISPA mulai terlihat memasuki pekan ke-33 hingga ke-34 tahun 2026. Meski meningkat, jumlah kasus masih relatif kecil dibandingkan kondisi awal tahun.

“Memang ada peningkatan, tetapi kalau dibandingkan dengan Januari, Februari, Maret itu kecil, masih sekitar 9.400 kasus. Kalau Januari itu 9.300 sekian,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Baca  Puncak Milad UMKT ke-6, Gubernur Isran Noor Tekankan Pentingnya Kreativitas

Ia menjelaskan, kasus ISPA sempat menurun pada pertengahan tahun. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, kasus kembali meningkat seiring munculnya sejumlah titik api serta asap kiriman dari wilayah lain.

“Memang kecil, tapi meningkat karena sempat turun di pertengahan tahun, kemudian naik lagi karena dipicu titik-titik api yang ada. Ditambah asap kiriman dari Kalbar, Kalteng, kemudian Kaltim,” jelasnya.

Baca  Penanganan Stunting Tetap Jadi Prioritas Pembangunan Kaltim

Selain asap, minimnya curah hujan turut memperburuk kualitas udara. Debu lebih mudah beterbangan dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya saluran pernapasan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian Dinkes Kaltim saat ini adalah Kabupaten Kutai Barat. Kualitas udara di wilayah tersebut sempat berada dalam kategori berbahaya.

“Di Kutai Barat sempat ISPU, indikator standar udara, mencapai tingkat berbahaya. Itu 318 mikrogram per meter kubik. Itu sudah berbahaya. Harusnya di bawah 55, ini sudah 318,” katanya.

Baca  Menyelesaikan Perselisihan Ahli Waris dan BNI, DPRD Kedua Pihak Sepakat Jalur Kekeluargaan

Kendati demikian, jumlah kasus ISPA terbanyak tercatat di wilayah dengan populasi besar. Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan angka kasus ISPA tertinggi di Kaltim.

“Memang peningkatan yang paling banyak tentu di Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara yang banyak pasiennya, karena banyak penduduknya,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button