
Editorialkaltim.com – Aktivitas penambatan tongkang di sepanjang alur Sungai Mahakam, Samarinda, menjadi perhatian DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Penataan dinilai perlu karena banyak tongkang bertambat di sepanjang alur sungai dan berpotensi mengganggu lalu lintas kapal.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan pihaknya mendapat informasi KSOP Samarinda telah menerbitkan surat edaran pada Agustus 2026 terkait penertiban aktivitas tambat liar di alur sungai.
DPRD mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Melati Bhakti Satya (MBS), mengambil peran melalui pengelolaan Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap pihak swasta sekaligus membuka sumber pendapatan daerah.
“Yang kedua, ada kita kan melihat di sebelah jembatan Mahkota 2 itu, jembatan Mahkota 2 itu kan ada pelabuhan, tongkang-tongkang di sepanjang alur sungai itu kan, tambat-tambat itu kan. Itu kan mengganggu alur sungai. Nah, kita berpikir bagaimana kalau ini ditertibkan. Misalnya kita buat penambatan yang di melalui tanah-tanah milik Pemprov. Penambatan itu akan mendapatkan PAD nantinya,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Hasanuddin mengatakan pemerintah daerah dapat memanfaatkan momentum penertiban tersebut dengan menyiapkan lokasi khusus penambatan. Sejumlah titik yang dinilai potensial berada di kawasan Palaran dan sekitar Jembatan Mahulu.
“Ternyata sudah surat edaran sudah dikeluarkan oleh KSOP bulan Agustus bulan ini, belum sebulan yang lalu untuk menertibkan itu. Nah, kita tangkap peluang itu melalui Perusda supaya menyediakan lokasi-lokasi seperti di Mahulu sana untuk jadi penambatan dan itu menjadi titik pergerakan kapal,” tambahnya.
Meski pemerintah tengah menjalankan kebijakan efisiensi, Hasanuddin optimistis sinergi lintas sektor tetap dapat berjalan. Pengelolaan lokasi tambat juga dinilai berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke depan.
“Saya kira, kelihatannya positiflah, walaupun di tengah anu ya, kemarau dan efisiensi, tapi kita kan tetap bekerja secara konstitusi dan saya kira ada ke depannya insyaallah bisa jadi PAD lah,” tandasnya.
Pertemuan langsung dengan Kepala KSOP Samarinda diharapkan menghasilkan langkah yang lebih konkret dibandingkan pertemuan sebelumnya yang dihadiri perwakilan KSOP. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



