
Editorialkaltim.com – Kawasan Asrama Polisi (Aspol) Tunggal Panaluan Presisi di Samarinda resmi diresmikan usai menjalani proses pembangunan selama hampir satu tahun. Wilayah yang sebelumnya dikenal rawan banjir dan dipenuhi rumah tidak layak huni itu kini berubah menjadi kawasan permukiman yang lebih tertata dan nyaman ditempati.
Peresmian dilakukan pada Senin (18/5/2026), Samarinda. Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebut momen tersebut menjadi penanda keberhasilan penataan kawasan yang sebelumnya kerap terdampak banjir.
Andi Harun mengatakan peresmian Aspol Tunggal Panaluan Presisi memiliki arti penting karena menjadi kelanjutan dari peletakan batu pertama yang dilakukan Kapolri pada tahun lalu. Dalam waktu hampir setahun, pembangunan kawasan itu akhirnya dapat diselesaikan.
“Ini kegiatan yang memang secara khusus kami harapkan kedatangan Pak Kapolri yang meresmikan karena beliau juga yang meletakkan batu pertama pada tahun lalu dan hampir persis satu tahun setelah itu kawasan ini bisa diselesaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum dilakukan penataan, kawasan tersebut berada dalam kondisi kurang layak. Selain sering terendam banjir, banyak bangunan di lokasi itu juga dinilai tidak memenuhi standar hunian yang baik.
Namun kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi lingkungan permukiman yang lebih representatif bagi anggota kepolisian. Penataan dilakukan dengan konsep hunian yang lebih tertib dan mendukung kenyamanan penghuninya.
“Kita sudah bisa menyelesaikan pekerjaan yang dulunya kawasan banjir dan rumahnya sangat tidak layak, sekarang telah berubah menjadi hunian yang layak bagi perwira dan prajurit Polri,” katanya.
Menurutnya, pembangunan Aspol tidak hanya memberi manfaat bagi anggota Polri, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebab, fasilitas hunian yang memadai diyakini dapat mendukung kinerja aparat di lapangan.
Andi Harun juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menilai situasi yang aman menjadi fondasi utama dalam menjalankan pembangunan.
“Kontribusi Polri dan TNI dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat serta kondusivitas daerah menjadi modal paling fundamental dalam melaksanakan pembangunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi daerah yang aman dan kondusif akan mempermudah pemerintah menjalankan program pembangunan. Di sisi lain, masyarakat juga dapat merasakan lingkungan yang lebih nyaman dan tenteram. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



