KaltimSamarinda

DPRD Samarinda Minta Evaluasi Data Bansos usai Meninggalnya Siswa SMKN 4

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak ( TRC PPA) Kaltim Rina Zainun mengunjungi rumah duka Mandala, siswa SMK 4 Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Ist)

Editorialkaltim.com – DPRD Samarinda meminta pemerintah melakukan evaluasi pendataan bantuan sosial usai meninggalnya Mandala Rizky Syahputra (16), siswa SMK Negeri 4 Samarinda. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah kisah kehidupan Mandala ramai diperbincangkan di media sosial.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menilai pemerintah perlu memastikan bantuan sosial benar-benar menjangkau warga kurang mampu agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami meminta Dinas Sosial segera memperbaiki validasi penerima bantuan agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau warga membutuhkan,” ujarnya di Samarinda Senin (5/5/2026).

Ismail mengatakan peristiwa tersebut perlu menjadi bahan evaluasi lintas instansi, terutama terkait akurasi data warga miskin. Menurutnya, pendataan yang tidak maksimal berpotensi membuat masyarakat rentan luput dari perhatian pemerintah.

Baca  Rapurna Ke-49 DPRD Kaltim Bentuk Tiga Pansus, Terima Laporan Komisi II

“Jangan sampai kelemahan pendataan membuat masyarakat kurang mampu tidak tersentuh program bantuan meski kondisi ekonominya sangat memprihatinkan,” katanya.

Mandala merupakan siswa kelas XI SMKN 4 Samarinda yang tinggal bersama ibunya, Ratnasari, di kawasan Jalan Tarmidi Gang 2, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota. Sejak ayahnya meninggal dunia, kebutuhan keluarga ditopang sang ibu yang berjualan makanan.

Baca  Rudy Mas’ud Tegaskan Kaltim Penyumbang SDA, Harus Dapat Porsi Anggaran Lebih

Ratnasari mengaku anaknya tetap memakai sepatu lama meski ukurannya tidak lagi sesuai. Kondisi tersebut disebut membuat kaki Mandala lecet hingga mengalami luka.

“Mandala tetap memakai sepatu lama untuk sekolah dan magang karena kondisi ekonomi keluarga belum memungkinkan membeli sepatu baru,” ujarnya.

Kondisi kesehatan Mandala disebut mulai menurun saat mengikuti program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan Samarinda. Aktivitas berdiri dalam waktu lama membuat luka di kaki semakin parah.

Keluarga menyebut Mandala sempat mengeluhkan nyeri dan mengalami penurunan kondisi fisik sebelum akhirnya meninggal dunia Jumat (24/4/2026) dini hari.

Baca  Hari Bakti ke-80, PU Kaltim Mantapkan Sinergi Jaga Infrastruktur Daerah

Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari tenaga medis maupun rumah sakit terkait penyebab pasti kematian siswa tersebut. Hingga kini, informasi yang beredar masih berdasarkan penuturan keluarga dan lingkungan sekitar.

Pihak sekolah SMKN 4 Samarinda turut membantu proses pemulasaraan dan pemakaman Mandala. Salah seorang guru, Rahmat, disebut membantu menyediakan ambulans saat keluarga mengalami kesulitan transportasi.(sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button