KaltimSamarinda

Bukan Sekadar Tinggi Badan, Puskesmas Loa Bakung Edukasi Warga tentang Bahaya Stunting

Kegiatan Sosialisasi Penurunan Stunting Pokmas Ikhlas II – RT 76 di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Sabtu (31/10/2026) kemaren.(Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Membangun generasi yang sehat dan berkualitas membutuhkan perhatian sejak anak berada dalam masa pertumbuhan.

Kesadaran inilah yang terus didorong melalui kegiatan Sosialisasi Penurunan Stunting Pokmas Ikhlas II RT 76 di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting.

Kepala UPTD Puskesmas Loa Bakung, dr. Yulia Fahrin, menekankan penanganan stunting perlu dimulai dari lingkungan keluarga dengan memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak.

“Pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama. Keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, pola asuh yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (1/11/2026).

Baca  Jembatan Baru Tenggarong Segera Dibuka, Warga Harap Dongkrak Ekonomi Lokal

Lebih lanjut, Yulia menjelaskan stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan standar usianya.

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak apabila tidak dicegah dan ditangani dengan baik.

“Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa stunting tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Perhatian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak harus dilakukan sejak dini agar risiko gangguan tumbuh kembang dapat dicegah,” jelasnya.

Salah satu langkah utama pencegahan stunting adalah memenuhi kebutuhan gizi seimbang sesuai usia anak.

Selain itu, penerapan pola asuh yang baik serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala juga menjadi bagian penting dalam memastikan anak tumbuh secara optimal.

Baca  TAGUPP Kaltim Diisi Orang Luar Daerah, DPRD: Tak Masalah Asal Efektif

Untuk itu, Yulia mengingatkan orang tua tidak perlu menunggu hingga muncul masalah kesehatan untuk membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemantauan rutin melalui posyandu maupun puskesmas dapat membantu mengetahui kondisi pertumbuhan anak sekaligus memperoleh pendampingan dari tenaga kesehatan.

“Manfaatkan layanan posyandu dan puskesmas untuk memantau pertumbuhan anak. Melalui pemeriksaan rutin, kondisi anak dapat diketahui lebih awal sehingga apabila ditemukan masalah, bisa segera mendapatkan tindak lanjut,” tegas Yulia.

Ia menilai upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan.

Dibutuhkan keterlibatan keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan, kelompok masyarakat, serta seluruh elemen lingkungan agar edukasi dan pendampingan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan. Kader, keluarga, dan tenaga kesehatan harus saling mendukung untuk membangun lingkungan yang peduli terhadap kesehatan ibu dan anak,” ucap Yulia.

Baca  Warga Samboja Sambut Program Penghijauan Berdaya

Melalui sosialisasi yang digelar Pokmas Ikhlas II RT 76 tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pencegahan stunting dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah sederhana seperti memperhatikan asupan gizi, menerapkan pola asuh yang baik, serta rutin memeriksakan pertumbuhan anak menjadi bagian dari investasi untuk masa depan generasi penerus.

“Harapannya, masyarakat semakin peduli dan tidak mengabaikan pemantauan tumbuh kembang anak. Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutup Yulia. (ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button