Peringati Sumpah Pemuda, KAMMI Kaltimtara Serukan Persatuan Atasi Karhutla

Editorialkaltim.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltimtara menyerukan semangat persatuan pemuda dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Ketua KAMMI Kaltimtara Dedi Nur mengatakan, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 harus menjadi pengingat pentingnya persatuan dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
“Di tengah kondisi saat ini, khususnya di beberapa pulau di Indonesia sedang mengalami bencana karhutla, mari kita bersatu padu mengokohkan kembali kekuatan persatuan pemuda. Kita harus peduli terhadap sesama,” ujarnya kepada wartawan Editorialkaltim.com, Rabu (28/10/2026).
Menurut Dedi, salah satu nilai penting dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan yang menyatukan generasi muda dari berbagai daerah dan latar belakang.
Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial dan tindakan nyata untuk membantu masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan, termasuk bencana karhutla.
Ia menilai, persatuan pemuda dapat menjadi kekuatan untuk mendorong pemerintah mempercepat penanggulangan karhutla. Selain itu, pemerintah diharapkan memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai potensi bencana, termasuk banjir.
Dedi juga menegaskan, generasi muda harus memiliki sikap kritis dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.
Pemuda diharapkan mampu memberikan gagasan dan solusi agar program pemerintah berjalan sesuai dengan amanat konstitusi serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Peran pemuda ini harus kritis dalam menyikapi permasalahan bangsa dan memberikan solusi. Kita ingin program-program pemerintah sesuai dengan amanat konstitusi dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan makna tema Hari Sumpah Pemuda ke-98, yakni “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, sebagai ajakan bagi generasi muda untuk memperkuat kontribusi terhadap bangsa.
Menurutnya, nilai patriotik mengajarkan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus menyadari peran yang dapat diberikan untuk kemajuan Indonesia.
Sementara itu, nilai gigih menekankan pentingnya sikap pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan bangsa.
Dedi optimistis Indonesia mampu terus berkembang apabila generasi mudanya memiliki semangat juang, kepedulian sosial, serta kemauan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
“Artinya, kita harus menumbuhkan jiwa patriotisme terhadap bangsa ini. Kita punya andil, apa yang bisa kita sumbangkan kepada bangsa ini. Kedua, gigih, kita tidak mudah lelah dengan permasalahan yang ada. Kita harus optimistis bangsa Indonesia bisa maju karena ada pemuda-pemudanya,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



