
Editorialkaltim.com – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kota Samarinda mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Puskesmas Temindung mencatat peningkatan pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama dari kelompok anak-anak dan lanjut usia (lansia).
Perawat Puskesmas Temindung Neneng Yulianti mengatakan, jumlah pasien ISPA mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikannya diperkirakan mencapai sekitar 30 persen.
“Mungkin 30 persen-an naik ya,” ujar Neneng saat ditemui dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi relawan karhutla di Kantor BPBD Samarinda, Rabu (7/10/2026).
Neneng menjelaskan, peningkatan kasus ISPA paling banyak dialami kelompok rentan. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Kondisi udara yang terdampak asap membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan, termasuk menjaga pola makan dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Neneng mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Sementara itu, makanan berminyak serta mengandung banyak lemak, seperti gorengan, sebaiknya dikurangi.
“Kalau untuk makanan bergizi mungkin yang dikurangi itu seperti goreng-gorengan. Banyak makan buah karena kering ini. Banyak makan buah, sayur yang diperbanyak,” katanya.
Selain menjaga asupan makanan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh selama kualitas udara masih terdampak asap karhutla. Kelompok rentan juga perlu mendapatkan perhatian lebih agar terhindar dari gangguan pernapasan.
“Kalau yang mengandung seperti goreng-gorengan itu yang dikurangi sih. Yang lemak-lemak sama goreng-gorengan,” tutupnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



