Usai Pemilihan Rektor, Ormas Datangi Unmul Pertanyakan Utusan Menteri

Editorialkaltim.com – Sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) mendatangi Universitas Mulawarman (Unmul) usai pemilihan rektor, Rabu (30/9/2026). Mereka mempertanyakan kehadiran utusan kementerian dalam proses pemilihan tersebut.
Ketua Umum Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (LPADKT-KU) Fendy Meru menyoroti kehadiran wakil menteri dalam agenda pemilihan rektor Unmul.
“Kok datangnya Wamen,” ujar Fendy saat ditemui di halaman Rektorat Unmul, Rabu (30/9/2026).
Fendy mempertanyakan alasan wakil menteri hadir sebagai utusan kementerian dalam proses pemilihan tersebut. Ia juga menduga terdapat kepentingan politik yang turut mewarnai pemilihan rektor Unmul.
Dugaan itu merupakan pernyataan LPADKT-KU. Hingga kini, belum ada bukti yang disampaikan secara terbuka untuk mendukung tudingan tersebut.
Fendy mengatakan pihaknya dapat mengambil langkah lanjutan jika persoalan yang mereka pertanyakan tidak mendapat penjelasan. Salah satu langkah yang disebut ialah menutup aktivitas perkuliahan di Unmul.
Sementara itu, informasi yang beredar di media sosial menyebut calon rektor Unmul nomor urut 2, Rudianto Amirta, meraih 74 suara atau sekitar 53,6 persen dari total 138 suara.
Rudianto unggul 10 suara dari calon nomor urut 3 sekaligus rektor Unmul sebelumnya, Abdunnur. Abdunnur memperoleh 64 suara atau sekitar 46,4 persen.
Sementara calon rektor nomor urut 1, Fahrul Agus, tidak memperoleh suara dalam pemilihan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak Unmul dan LPADKT-KU masih melakukan pertemuan untuk membahas persoalan tersebut. Belum ada keterangan mengenai hasil pertemuan maupun langkah selanjutnya dari kedua pihak. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



