
Editorialkaltim.com – BPJS Kesehatan Cabang Samarinda menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim untuk memperluas sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat melalui para dai dan daiyah.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Transformasi Awareness Bersama Insan Dakwah (TASBIH) yang digelar di Hotel Grand Verona Samarinda, Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah insan dakwah dari berbagai wilayah di Kaltim.
TASBIH menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan memperkuat sinergi dengan insan dakwah dalam menyebarluaskan informasi mengenai Program JKN. Dai dan daiyah diharapkan dapat ikut memberikan pemahaman mengenai kepesertaan hingga pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Samarinda Adrieolah mengatakan keberhasilan Program JKN membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, dai dan daiyah memiliki peran strategis karena menjadi salah satu rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memperluas cakupan JKN. Keberhasilan JKN membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, salah satunya dai dan daiyah melalui kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Adrieolah menjelaskan JKN mengedepankan prinsip gotong royong dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, pemahaman mengenai kepesertaan, status keaktifan, serta akses layanan BPJS Kesehatan perlu terus diperkuat.
“Masyarakat perlu memahami kepesertaan, keaktifan, maupun kanal-kanal resmi BPJS Kesehatan. Kami berharap informasi ini tidak hanya sampai di sini. Edukasi kepada masyarakat yang akurat sangat penting,” katanya.
Ia berharap sinergi BPJS Kesehatan dan MUI Kaltim dapat memberikan manfaat lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dalam berbagai kegiatan pada masa mendatang.
“Kami berharap setiap informasi yang disampaikan dapat bermanfaat. Kami juga memohon dukungan agar Program JKN dapat terus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MUI Kaltim Boechorie Nur menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama MUI Kaltim dan BPJS Kesehatan dapat terus diperkuat.
“Semoga MoU ini dapat menjadi landasan kerja sama yang baik ke depannya,” ungkapnya.
Menurut Boechorie, informasi mengenai JKN perlu disampaikan secara luas kepada masyarakat. MUI juga memiliki peran dalam meneruskan pemahaman kepada umat, termasuk mengenai semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif karena fatwa yang dibuat MUI melibatkan para pakar di bidangnya,” tuturnya.
Ia menegaskan sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti melalui kegiatan TASBIH. MUI Kaltim membuka ruang untuk berbagai bentuk kolaborasi dan pertukaran informasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya di ruangan ini. Ke depannya kita bisa saling berbagi informasi untuk kemaslahatan umat. MUI terbuka apabila ada kegiatan-kegiatan baru dari kerja sama ini,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



