
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) masih aman meski harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Pasokan dan harga terus dipantau untuk mengantisipasi kelangkaan serta lonjakan harga.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan dan rapat pengendalian inflasi, belum terjadi kenaikan harga yang signifikan di Samarinda. Menurutnya, ketersediaan barang menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga.
“Yang paling penting sebenarnya stok barang harus ada. Kalau barangnya tersedia, kemudian harganya masih dalam batas wajar, insyaallah kondisi Samarinda aman,” ujar Nurrahmani, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, harga sejumlah komoditas seperti cabai mengalami kenaikan akibat musim kemarau dan pasokan dari daerah produsen yang harus didistribusikan ke berbagai wilayah. Namun, kondisi tersebut belum menyebabkan kelangkaan di Samarinda.
Untuk menjaga ketersediaan pangan, Pemkot Samarinda bersama sejumlah pihak telah menggelar pasar murah di 20 titik. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan sekitar 30 ton beras, 800 dus minyak goreng, dan 2.000 tabung gas.
“Semua kecamatan kita masuk. Jadi satu kecamatan ada dua titik, dan kegiatan pasar murah di 20 titik itu sudah kami datangi,” katanya.
Selain menggelar pasar murah, Disdag berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan beras. Berdasarkan komunikasi dengan Bulog, stok beras mencukupi kebutuhan sekitar tiga bulan ke depan.
“Kalau Bulog, insyaallah komunikasi dengan kita selalu menyampaikan untuk tiga bulan ke depan aman. Bahkan mereka juga ingin membuka agen-agen di pasar untuk mempercepat penyaluran,” jelasnya.
Pasokan dari petani lokal juga menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan. Namun, Samarinda masih bergantung pada pasokan dari daerah lain karena bukan wilayah utama penghasil komoditas pangan.
Nurrahmani mengatakan hingga kini belum ada bahan pokok yang mengalami kelangkaan. Kenaikan harga telur sekitar Rp1.000 per piring masih dalam batas wajar dan belum memberikan tekanan signifikan terhadap masyarakat.
“Tidak ada bahan yang langka atau tidak ada sama sekali. Kemarin beras sempat meningkat karena kebutuhan Maulid, tetapi setelah itu kondisinya kembali wajar,” ungkapnya.
Disdag terus memantau harga setiap hari dan mengecek distributor jika ditemukan komoditas yang mengalami kenaikan harga. Khusus cabai, pemerintah mendorong gerakan menanam cabai di lingkungan masyarakat sebagai upaya memenuhi sebagian kebutuhan secara mandiri.
“Makanya Pak Wali lewat ketahanan pangan kemarin mendorong gerakan tanam cabai. Diharapkan kebutuhan cabai bisa dipenuhi dari lingkungan sendiri,” pungkasnya.
Pemkot Samarinda akan terus memantau stok dan harga bahan pokok untuk memastikan pasokan tersedia serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



