KaltimSamarinda

Intrusi Air Laut Mereda, Air Bersih Samarinda Kembali Normal

Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana, Cevi Wahyudi (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Layanan air bersih di Kota Samarinda berangsur normal setelah sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdampak intrusi air laut. Hingga 14 September 2026, hanya IPA Bantuas yang masih mengalami kadar klorida tinggi sehingga belum beroperasi normal.

Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Cevi Wahyudi mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan intrusi air asin mulai mereda. Sebelumnya, 10 September 2026, kondisi sempat berstatus krisis setelah intrusi mencapai sejumlah IPA, termasuk Tirta Kencana, Selili, dan Gunung Lipan.

“Terima kasih teman-teman, untuk informasi pada tanggal 14 September 2026 hari ini kita sudah ke kondisi normal. Sebelumnya di tanggal 10 kita ada informasi krisis untuk aliran air kita yang sudah masuk ke IPA Tirta Kencana sampai IPA Selili sama Gunung Lipan,” ujar Cevi, Senin (14/9/2026).

Baca  Pencairan Beasiswa Kaltim Tuntas 2024 Mulai Diproses, Begini Cara Cairkan

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium 12 September 2026 menunjukkan kadar klorida di sejumlah IPA telah kembali memenuhi standar. IPA Selili dan Sungai Kapih sudah kembali beroperasi normal.

Saat ini, IPA Selili, Sungai Kapih, Kalhol, hingga Pulau Atas telah beroperasi. Sementara itu, operasional IPA Bantuas masih dihentikan sementara karena kadar klorida masih tinggi.

Cevi menegaskan, kadar klorida dipantau secara intensif, terutama saat kondisi berstatus siaga atau krisis. Pengoperasian IPA disesuaikan dengan hasil pemantauan agar air yang diproduksi tetap memenuhi standar.

Baca  DPRD Samarinda Bakal Hearing soal Harga Tiket Pesawat

“Waktu kemarin siaga krisis, kita 15 menit sekali kita pantau. Apalagi kloridanya menurun, kita produksi. Apabila naik, kita stop lagi. Tapi tidak ada stop total 24 jam, cuma pengurangan jam operasional saja,” jelasnya.

Meski sebagian besar IPA telah kembali normal, distribusi air kepada pelanggan membutuhkan waktu untuk kembali merata. Kondisi ini terjadi karena sejumlah jaringan pipa sempat kosong sehingga perlu proses pengisian kembali.

Cevi mengimbau masyarakat tetap menampung air secukupnya dan menggunakannya secara bijak. Perumda Tirta Kencana juga akan melanjutkan pemantauan selama 10 hari ke depan guna mengantisipasi intrusi air asin kembali terjadi.

Baca  Dana BOS Kutai Timur 2024 Melonjak Jadi Rp19 Miliar

“Untuk warga, selagi normal ini, kami mengimbau untuk menampung air dan menggunakan air secara bijak. Kita pantau lagi 10 hari ke depan. Mudah-mudahan di hulu ada hujan, di Samarinda ada hujan juga, sehingga mudah-mudahan tidak ada lagi intrusi air asin,” tutupnya.

Perumda Tirta Kencana memastikan layanan air bersih di Samarinda relatif aman. Pemantauan tetap dilakukan untuk menjaga kualitas dan kontinuitas distribusi air kepada masyarakat. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button