KaltimPenajam Paser Utara

Pemkab PPU Usulkan Rp5 Miliar untuk Fasilitas Hutan Kota

Gerbang masuk Hutan Kota PPU di Kabupaten Penajam Paser Utara (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk meningkatkan fasilitas penunjang Hutan Kota PPU melalui dukungan pendanaan dari skema emisi karbon.

Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan Dinas Perkimtan PPU Khairil Achmad mengatakan, usulan tersebut disiapkan untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan fasilitas di Hutan Kota PPU.

“Kemarin kita ada rapat dengan bagian perekonomian karena kita mengupayakan untuk dapat bantuan dari emisi karbon. Garis besarnya, PPU dapat bantuan dalam hal kelestarian lingkungan,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (10/9/2026).

Khairil menyebut ada empat fasilitas yang menjadi prioritas dalam usulan tersebut, yakni menara pantau, bozem, pusat informasi, dan jalur observasi.

“Kemarin kita mengusulkan ada empat usulan, terkait infrastrukturnya, bangunan menara pantau, bozem, pusat informasi, dan jalan observasi,” ujarnya.

Baca  Kajian Ekonomi Daerah Jadi Dasar Perda Toko Modern di PPU

Ia menjelaskan, pembangunan menara pantau menjadi salah satu perhatian karena Hutan Kota PPU termasuk kategori hutan kerangas yang dinilai rawan mengalami kerusakan akibat kebakaran.

“Karena hutan kota kita ini masuk dalam kategori hutan kota kerangas jadi rawan untuk musnah, jadi memang harus ada treatment dan perlindungan. Yang kami khawatirkan kalau ada kebakaran hutan,” jelasnya.

Menara pantau nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi kawasan serta mempermudah pengamatan flora dan fauna di Hutan Kota PPU.

“Kalau ada menara pantau ketika ada orang yang observasi bisa diketahui, juga untuk observasi hewan, flora dan fauna lebih gampang kalau ada menara pantau,” lanjutnya.

Baca  DPRD Soroti Lambatnya Pengurusan Sertifikat Tanah, Warga Bisa Tunggu Hingga 3 Tahun

Selain menara pantau, pihaknya mengusulkan pembangunan bozem seluas sekitar 100 meter persegi sebagai salah satu upaya mengantisipasi kebakaran di sekitar kawasan hutan kota.

“Kalau ada bozem kan artinya kalau ada terjadi hal seperti itu kita bisa antisipasi dengan menggunakan sumber air yang ada di tampungan bozem, seperti kebakaran di Pondok Belanda lalu yang hampir sampai ke kawasan hutan kota kita,” ujarnya.

Fasilitas berikutnya berupa pusat informasi berukuran sekitar 6 x 10 meter. Bangunan tersebut dirancang memuat berbagai informasi mengenai flora, fauna, tata kawasan, hingga jalur observasi bagi pengunjung.

“Kami juga rancang konsep bangunannya itu kurang lebih 6×10, di mana nanti di situ ada berbagai pusat informasi terkait flora, fauna, layout kawasannya, jalur-jalur jalan kaki untuk observasinya juga ada di situ,” jelasnya.

Baca  7 Penerima Beasiswa Etos ID Samarinda Dilantik Jadi Alumni

Khairil juga menyebut pihaknya mengusulkan pembangunan jalur observasi sepanjang sekitar 1,1 kilometer. Pembangunan jalur tersebut sebelumnya telah direkomendasikan melalui kajian untuk mendukung aktivitas pengamatan di kawasan Hutan Kota PPU.

“Terus juga kami harapannya ada jalan observasi, kurang lebih 1 kilo 100 panjangnya yang direkomendasikan dalam kajian,” ujarnya.

Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk empat usulan tersebut beserta sejumlah dokumen pendukung telah disampaikan kepada Bagian Perekonomian untuk ditindaklanjuti. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button