
Editorialkaltim.com — Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Samarinda mendapat sorotan DPRD Kota Samarinda. Gangguan tersebut dinilai telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada aktivitas masyarakat serta pelaku usaha.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai pemadaman berulang menunjukkan adanya persoalan yang belum diselesaikan secara optimal oleh PLN. Ia menyebut kondisi serupa juga terjadi sekitar satu bulan sebelumnya.
“Saya menyebutnya ini PLN enggak becus, karena kejadian pemadaman berulang ini kan sudah yang kedua kali,” ujar Abdul Rohim, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, alasan perbaikan yang disampaikan PLN tidak cukup jika pemadaman terus terjadi hingga hampir dua pekan tanpa kejelasan penyelesaian.
“Kalau becus kerjanya mestinya enggak lebih dari 3 hari atau paling lambat 1 pekan mesti udah clear kalau memang ada masalah kan,” katanya.
Abdul Rohim menilai pemadaman tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga pelaku usaha. Gangguan listrik berpotensi merusak peralatan elektronik dan menghambat kegiatan ekonomi.
Karena itu, DPRD mendorong PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, kompensasi dapat berupa pengurangan tagihan listrik selama periode pemadaman.
“Misalnya tagihan di bulan terjadi pemadaman, itu mesti dinolkan atau minimal potong 50% misalnya. Itu bentuk tanggung jawab,” tegasnya.
Selain kompensasi, Abdul Rohim meminta PLN lebih terbuka menyampaikan penyebab pemadaman dan estimasi waktu perbaikan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas agar dapat mengantisipasi gangguan listrik.
Ia berharap PLN segera menyelesaikan persoalan tersebut dan memastikan pemadaman bergilir tidak terus terjadi agar aktivitas masyarakat serta perekonomian di Samarinda kembali berjalan normal. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



