KaltimKukar

Jalan Poros Muara Muntai Putus, Mobilitas Warga Terganggu

Jalan penghubung yang longsor di Muara Muntai (Foto: Istimewa)

Editorialkaltim.com — Jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Muara Muntai dan Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, putus pada Selasa (25/8/2026) dini hari.

Kerusakan terjadi di sekitar wilayah Kepintai, tepatnya di dekat perbatasan Desa Muara Wis dan Desa Muara Muntai. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama antarkecamatan.

Camat Muara Muntai, Mulyadi, membenarkan adanya kerusakan pada ruas jalan tersebut. Ia mengatakan lokasi jalan yang putus tidak berada di kawasan permukiman warga.

“Ini jalan poros. Posisinya dekat dengan perbatasan antara Desa Muara Wis dengan Desa Kepintai,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, meski tidak terdapat permukiman tepat di lokasi jalan yang putus, dampaknya cukup besar terhadap aktivitas masyarakat. Sebab, ruas tersebut menjadi salah satu akses darat utama yang menghubungkan wilayah Muara Muntai dan Muara Wis.

“Dengan adanya putus jalan ini, mengganggu sekali aktivitas masyarakat, terutama yang melewati jalan itu,” ujarnya.

Baca  DPMD Kukar Hadiri Rapat Finalisasi HKG PKK ke-53

Mulyadi menjelaskan, masyarakat masih memiliki alternatif transportasi melalui jalur Sungai Mahakam. Namun, jalur tersebut tidak menjadi pilihan utama untuk mobilitas sehari-hari.

Ia menegaskan, ruas yang mengalami kerusakan merupakan jalan kabupaten yang berfungsi sebagai akses penghubung antarkecamatan, bukan jalan nasional.

Laporan mengenai kejadian tersebut telah disampaikan Pemerintah Kecamatan Muara Muntai kepada Pemerintah Kabupaten Kukar dan perangkat daerah terkait sejak Selasa pagi.

“Kita sudah melaporkan tadi pagi. Kita juga sudah melaporkan ke Pak Bupati dan dinas terkait,” jelasnya.

Mulyadi mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum juga telah menerima informasi mengenai kondisi tersebut dan direncanakan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Sementara itu, upaya membuka akses sementara mulai dilakukan. Peralatan disebut telah berada di sekitar lokasi untuk membuat jalur alternatif bagi masyarakat.

“Insyaallah, mudah-mudahan hari ini bisa dilewati, jelas sepeda motor terutama. Kalau bisa, mobil juga bisa lewat,” katanya.

Meski demikian, Mulyadi menegaskan pembukaan jalur alternatif tidak akan dilakukan secara terburu-buru apabila kondisi jalan belum dinyatakan aman.

Baca  400 Koperasi Merah Putih Siap Dibentuk di Kaltim

Menurutnya, akses tersebut penting segera dipulihkan karena berkaitan dengan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan. Sejumlah anak dari desa-desa di sekitar wilayah tersebut bersekolah di kawasan lain.

“Besok kan anak-anak bersekolah. anak-anak kita ada yang sekolah, termasuk masyarakat juga,” tuturnya.

Untuk penanganan permanen, pemerintah kecamatan masih menunggu hasil pembahasan dan pemeriksaan dari pemerintah daerah. Bentuk penanganannya belum dapat dipastikan, apakah berupa pembangunan jalan, jembatan, atau konstruksi lainnya.

“Apakah nanti dibuat jalan, jembatan atau seperti apa, kita belum bisa memutuskan. Kita menunggu dari pemerintah setelah ada rapat,” ujarnya.

Mengenai penyebab jalan putus, Mulyadi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di lapangan. Namun, berdasarkan kondisi yang terjadi, ia menduga kerusakan berkaitan dengan pergerakan atau pergeseran tanah (Abrasi).

“Kemungkinan sama dengan kondisi-kondisi di lokasi lain. Pergeseran tanah itu kan bisa mengakibatkan longsor,” katanya.

Ia menyebut sejumlah wilayah di Kecamatan Muara Muntai sebelumnya juga pernah mengalami longsor, terutama pada ruas jalan yang berada di sekitar aliran sungai.

Baca  Wakili Bupati, Plt Asisten III Sekda Kukar Tekankan Pentingnya Perlindungan Tenaga Kerja Lokal

Beberapa lokasi yang pernah mengalami kondisi serupa di antaranya Desa Borobudur, Desa Kayu Batu, Desa Pulau Harapan, hingga Desa Batu.

Mulyadi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan faktor utama penyebab jalan putus, meski kejadian berlangsung pada musim kemarau.

“Kita tidak melihat tanda-tanda itu sebelumnya karena kita juga tidak pernah memperhatikan kondisi di sungai,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan penanganan agar akses masyarakat kembali normal. Mulyadi juga mengimbau warga yang melintasi kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri apabila kondisi jalan belum aman dilalui.

“Kita berharap penanganannya bisa segera dilakukan, sehingga aktivitas masyarakat tidak terlalu lama terganggu,” pungkasnya. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button