KaltimPenajam Paser Utara

MUI PPU Dorong Sinergi Ormas Islam Hadapi Tantangan IKN

Pemberian dana hibah APBD PPU 2026 pada masing-masing MUI kecamatan (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar diskusi bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk menghadapi tantangan sosial sekaligus merumuskan pembangunan keumatan. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 1 Kantor Pemkab PPU, Kamis (20/8/2026).

Diskusi tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi pemerintah, MUI, dan organisasi keagamaan dalam menghadapi perubahan sosial di PPU, terutama seiring perkembangan wilayah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten PPU K.H. Abu Hasan Mubarak mengatakan perkembangan IKN berpotensi meningkatkan jumlah penduduk sekaligus memunculkan tantangan sosial dan keagamaan yang semakin beragam.

“Lonjakan populasi di PPU akan mengalami peningkatan signifikan. Belum lagi tantangan yang kian masif. Dulu kita hanya kota kecil saja, tapi dengan IKN kita akan kedatangan berbagai jenis, baik itu paham keagamaan, penyakit sosial dan seterusnya. Ini latar belakang kita dalam menyelenggarakan kegiatan hari ini,” ujarnya.

Menurut Abu Hasan, kondisi tersebut membutuhkan kesiapan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan. MUI dan ormas Islam dinilai memiliki peran penting dalam membina masyarakat serta menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di tengah perkembangan daerah.

Wakil Bupati PPU Waris Muin mengapresiasi MUI yang dinilai proaktif melakukan pembinaan keagamaan, khususnya terhadap ormas Islam. Menurutnya, keterlibatan organisasi keagamaan dapat membantu pemerintah membangun dan menjaga toleransi di tengah masyarakat.

“Terima kasih terhadap Ketua MUI yang telah proaktif dalam pembinaan agama, terutama ormas agama. Kita di sini bersama untuk diskusi bersama ormas Islam. Dengan adanya kegiatan ini beban pemerintah sudah terkurangi sebagai jembatan masyarakat PPU, khususnya toleransi bisa berjalan,” ujar Waris.

Waris juga berpesan agar pengetahuan yang diperoleh peserta selama kegiatan dapat diteruskan kepada masyarakat. Menurutnya, ilmu yang dibagikan kepada umat dapat menjadi bagian dari amal jariyah.

“Saya berpesan pada ormas yang mengatasnamakan Islam yang tergabung dengan ormas Islam agar ilmu yang didapat mulai dari kecil sampaikan pada seluruh umat di PPU walau itu pahit, karena amal jariyah adalah ilmu yang kita dapatkan dan berikan kepada orang-orang. Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi,” tuturnya.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran MUI dari Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku serta pengurus MUI Kabupaten PPU. Setiap pengurus MUI kecamatan juga mendapat dukungan dana hibah dari APBD PPU 2026 sebesar Rp3 juta.

Waris kemudian membuka secara resmi diskusi bersama ormas Islam tersebut. Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi pemerintah, MUI, ormas Islam, dan unsur terkait dalam menghadapi tantangan sosial serta mendukung pembangunan keumatan di PPU. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button