
Editorialkaltim.com – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mendorong agar pembangunan panggung seni menjadi bagian dari penyelesaian kawasan HOP 1. Usulan itu disampaikan saat DPRD bersama Komisi C meninjau progres pembangunan kawasan tersebut.
Andi Faizal mengatakan, berdasarkan penyampaian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, masih terdapat pekerjaan senilai sekitar Rp17 miliar yang belum rampung. Kunjungan DPRD dilakukan untuk melihat langsung pekerjaan yang menjadi prioritas dalam penyelesaian kawasan.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah panggung kreativitas seni yang hingga kini belum memiliki anggaran. DPRD meminta PUPR mempertimbangkan kemungkinan pengalihan kegiatan lain agar pembangunan panggung tersebut dapat dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan lainnya.
“Jangan sampai kita membangun dulu pagar, kemudian tahun berikutnya baru membangun panggung seni. Nanti pekerjaan yang sudah selesai bisa terganggu atau bahkan terbongkar lagi,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, pembangunan panggung terlebih dahulu dinilai lebih efektif apabila kawasan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Sementara itu, pembangunan pagar atau pembatas dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Bang Faiz ini menyerahkan teknis pengalihan anggaran maupun kemungkinan perubahan pekerjaan kepada Dinas PUPR. Menurutnya, hal tersebut harus disesuaikan dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku, termasuk kemungkinan penggunaan adendum apabila diperbolehkan.
“Secara teknis kami serahkan kepada PU yang lebih memahami regulasinya. DPRD hanya memastikan progres pembangunan sesuai target dan hasil akhirnya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas PUPR Bontang, Robbysai Manassa Mallisa, mengatakan pekerjaan senilai sekitar Rp17 miliar tersebut meliputi pembangunan pagar, totem, taman, lapangan voli, penuntasan jalan keliling, area parkir, WC, penyelesaian jalur joging, pemasangan andesit, hingga penyempurnaan RKM, termasuk plafon.
Robbysai menyebut pihaknya akan mempertimbangkan usulan pembangunan panggung seni tersebut secara teknis dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.
Lebih lanjut, ia menargetkan seluruh pekerjaan yang masuk dalam paket penyelesaian kawasan HOP 1 dapat rampung hingga Desember 2026 sehingga fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Kami akan coba pertimbangkan secara teknis. Kami akan kaji sesuai prosedur yang ada dan menyesuaikan dengan masukan yang disampaikan DPRD,” jelasnya. (lia/ndi/adv)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



