
Editorialkaltim.com – Sebanyak 270 peserta didik baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda, Jumat (31/7/2026). Selama dua pekan ke depan, para siswa akan diperkenalkan dengan sistem pembelajaran berbasis asrama sekaligus dibekali pendidikan karakter.
Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, mengatakan mayoritas peserta didik berasal dari Samarinda. Sementara itu, sebagian lainnya datang dari Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Paser.
Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan yang selama ini kesulitan memperoleh layanan pendidikan.
“Sebagian besar berasal dari Kota Samarinda, sementara sisanya dari daerah sekitar seperti Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam, dan Paser. Program ini juga tetap membuka peluang bagi anak-anak dari kelompok rentan, termasuk anak jalanan, untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak,” ujarnya.
Kepala Sekolah Rakyat jenjang SD, Pahrizal, menjelaskan pelaksanaan MPLS dirancang berbeda dibandingkan sekolah reguler. Seluruh siswa akan tinggal di asrama sehingga materi pengenalan lingkungan tidak hanya berfokus pada aktivitas belajar di kelas, tetapi juga kehidupan bersama.
Selama kegiatan berlangsung, sekolah melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, psikolog, hingga instansi yang membidangi kebencanaan untuk memberikan pembekalan kepada peserta didik.
Pahrizal mengatakan MPLS di Sekolah Rakyat berlangsung selama dua pekan. Durasi tersebut lebih panjang karena sekolah ingin membangun budaya hidup bermasyarakat di lingkungan asrama sejak hari pertama.
“Kami ingin menjadikan ini semacam sebuah perkampungan. Jadi masa pengenalan sekolah bukan hanya mengenal sekolah, tetapi juga mengenal teman-teman dan tetangga di lingkungan asrama,” jelasnya.
Ia menambahkan, siswa jenjang SMA juga didorong membangun hubungan kekeluargaan dengan adik kelas di tingkat SMP dan SD agar tercipta budaya saling menjaga selama tinggal di asrama.
“Kalau di sekolah reguler mungkin hanya mengenal teman sejenjang. Di sini kami ingin siswa SMA bisa memperlakukan adik-adiknya di SMP dan SD layaknya saudara,” ujarnya.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga diisi berbagai materi pembentukan karakter. Peserta didik akan mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan perundungan, penguatan karakter, kedisiplinan, hingga pendidikan sosial yang diberikan secara berulang selama masa pengenalan berlangsung. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



