KaltimSamarinda

KKN Kolaborasi Bawa 28 Program Prioritas, Disusun dari Kebutuhan Desa

Ketua Panitia KKN Kolaborasi 2026 Kiswanto (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – KKN Kolaborasi 2026 tak sekadar menerjunkan ribuan mahasiswa ke desa-desa di Kalimantan Timur (Kaltim). Sebanyak 28 tema program prioritas telah disiapkan berdasarkan pemetaan potensi dan persoalan desa agar kegiatan mahasiswa lebih terarah dan tepat sasaran.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 2026 diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim bersama sembilan perguruan tinggi negeri dan swasta.

Ketua Panitia KKN Kolaborasi 2026 Kiswanto mengatakan pelaksanaan KKN tahun ini berbeda dibandingkan program reguler sebelumnya. Mahasiswa telah dibekali program prioritas sehingga target kegiatan di lapangan lebih jelas dan terukur.

Baca  Teluk Bayur Ajukan 450 Usulan di Musrenbang Kecamatan, Fokus Infrastruktur dan Kesehatan

“Mereka sudah memiliki program prioritas sehingga target pekerjaan di lapangan menjadi lebih terukur,” ujar Kiswanto usai pelepasan ribuan mahasiswa peserta KKN Kolaborasi di Gedung Plenary Hall Samarinda, Sabtu (11/7/2026).

Kiswanto menjelaskan, penyusunan program diawali dengan penyebaran kuesioner kepada pemerintah desa. Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan potensi sekaligus persoalan yang dihadapi setiap wilayah.

Hasil pemetaan kemudian diselaraskan dengan program Pemerintah Provinsi Kaltim, pemerintah kabupaten dan kota, mitra pembangunan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurut Kiswanto, kolaborasi tersebut diharapkan membuat program mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak lebih besar dibandingkan pelaksanaan KKN tahun-tahun sebelumnya.

Baca  SMSI Kaltim Ingatkan Anggota Taat Aturan

Ia menambahkan, keberhasilan KKN Kolaborasi tidak hanya bergantung pada mahasiswa. Dukungan pemerintah daerah dan mitra strategis juga dibutuhkan, terutama dalam penyediaan anggaran dan fasilitas penunjang kegiatan.

“Program-program di lapangan tidak mungkin seluruhnya dibebankan kepada mahasiswa. Karena itu, kami mencoba menyinergikan semuanya agar daerah-daerah yang masih tertinggal dapat dibantu tanpa membebani mahasiswa,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari sejumlah perusahaan melalui program CSR. Bank Kaltimtara, misalnya, menyiapkan bantuan untuk 30 kelompok mahasiswa peserta KKN.

Baca  Samarinda Raih Predikat KLA, DPRD Soroti Minimnya Fasilitas Ramah Anak di Ruang Publik

“Bank Kaltimtara telah berkomitmen mendukung 30 kelompok KKN dengan bantuan masing-masing sebesar Rp5 juta. Selain itu, beberapa perusahaan tambang juga mendanai program-program yang dilaksanakan di desa-desa binaan mereka,” ungkapnya.

Kiswanto berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha membuat KKN Kolaborasi 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan akademik. Program tersebut diharapkan mampu meninggalkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button