KaltimSamarinda

DPRD Samarinda Dorong Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – DPRD Kota Samarinda mendorong pengelolaan sampah berbasis daur ulang dimulai dari tingkat rumah tangga. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk menekan volume sampah yang terus meningkat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup seharusnya menjadi momentum membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa menjaga dan merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama agar manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi anak cucu kita,” ujar Rohim, Selasa (30/6/2026).

Baca  DPRD Kukar Hadiri BBGRM ke-22 di Kota Bangun, Dukung Semangat Gotong Royong Warga

Rohim mengapresiasi hadirnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dilengkapi insinerator di Samarinda. Ia menilai kedua fasilitas tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA.

Menurutnya, sampah yang masuk ke TPST terlebih dahulu dipilah sehingga material yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali. Sementara sampah yang tidak lagi bisa diolah akan diproses menggunakan insinerator sebelum residunya dikirim ke TPA.

“TPS Terpadu dan insinerator saling mendukung. Sampah dipilah lebih dulu agar yang masih bernilai ekonomis bisa dimanfaatkan, sedangkan sisanya diproses sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus berkurang,” katanya.

Meski begitu, Rohim menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas pengolahan. Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci agar sistem pengelolaan sampah berjalan lebih efektif.

Baca  Pj Gubernur Kaltim Anugerahkan Satyalancana Karya Satya kepada 94 ASN

Ia mendorong masyarakat mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah, kemudian dikembangkan hingga tingkat RT dan RW. Dengan cara tersebut, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Rohim mencontohkan, sejumlah daerah telah berhasil mengolah sampah organik menjadi media budidaya maggot yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun mendukung sektor perikanan. Model seperti itu dinilai mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Prinsip pengelolaan sampah bukan memusnahkan, tetapi mendaur ulang dan memanfaatkan kembali. Kalau itu dimulai dari rumah tangga, manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca  Sekda PPU Tegaskan Layanan MBG Tahun Ini Sasar 10 Ribu Siswa

Ia menambahkan, keberadaan insinerator saat ini tetap menjadi kebutuhan karena sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat belum sepenuhnya berjalan optimal. Karena itu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah harus dibarengi edukasi yang berkelanjutan agar budaya memilah dan mendaur ulang sampah semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Dengan pengelolaan yang dimulai dari sumbernya, DPRD berharap volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button