KaltimPenajam Paser Utara

Pemkab PPU Perkuat Deteksi Dini TBC

Suasana forum koordinasi lintas sektor dalam Program Penanggulangan TBC Kabupaten PPU Tahun 2026 (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat upaya deteksi dini dan penanganan tuberkulosis (TBC). Penyakit menular tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena berisiko menimbulkan dampak serius jika terlambat ditemukan dan ditangani.

Data Dinas Kesehatan PPU mencatat 336 kasus TBC sepanjang 2024. Jumlah kasus yang tercatat pada 2025 turun menjadi 127 kasus. Meski demikian, penelusuran dan pemeriksaan terhadap warga yang diduga terpapar TBC tetap dilakukan.

Hingga Juni 2026, sekitar 50 warga di Kecamatan Penajam tercatat berstatus suspek atau terduga TBC. Mereka masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis sehingga tidak dapat langsung dikategorikan sebagai pasien TBC.

Persoalan tersebut turut dibahas dalam koordinasi lintas sektor Program Penanggulangan TBC Kabupaten PPU Tahun 2026, Rabu (12/08/2026). Kegiatan melibatkan pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, tenaga kesehatan, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten PPU Nicko Herlambang, yang mewakili Bupati PPU, mengatakan penanggulangan TBC masuk dalam perhatian pemerintah daerah. Selain mengancam kesehatan masyarakat, penyakit tersebut dapat berakibat fatal jika tidak mendapat penanganan yang tepat.

“Memang TBC menjadi catatan penting sekarang dan menjadi perhatian dalam penyusunan rencana pembangunan daerah. TBC ini bahkan sampai membuat meninggal,” ujarnya.

Nicko mengatakan pemerintah daerah ingin proses deteksi dilakukan sedini mungkin. Dukungan sarana dan prasarana pemeriksaan menjadi salah satu hal yang akan dipertimbangkan untuk mempercepat penemuan kasus.

“Kita berharap fase pendeteksian dini ini bisa berlaku cepat. Ada prasarana yang harus kita persiapkan, apakah memang harus ada alat khusus atau dilakukan survei, itu yang perlu kita pertimbangkan,” katanya.

Selain deteksi dini, edukasi kepada masyarakat dinilai tak kalah penting. Warga yang mengalami gejala mengarah pada TBC, termasuk batuk berkepanjangan, didorong segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Nicko juga menyoroti mobilitas penduduk seiring aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian dalam langkah pencegahan dan pengendalian penyakit menular di PPU.

Menurutnya, penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah, tenaga kesehatan hingga masyarakat.

“Saya berharap dalam proses penanggulangan TBC menjadi tanggung jawab bersama,” tutupnya. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button