KaltimSamarindaZona Kampus

Mahasiswa Unmul Diajak Tangkal Hoaks

Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (Foto: Editorialkaltim/Afra)

Editorialkaltim.com – DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggandeng mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman (Unmul) dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah. Kegiatan yang digelar di Yen’s Delight Coffee & Pastry, Kamis (25/6/2026), itu menitikberatkan pada pentingnya literasi digital dan kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus berita di media sosial.

Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono dan Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman Silviana Purwanti. Keduanya mengajak mahasiswa agar lebih kritis dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Sapto mengatakan kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah merupakan agenda rutin DPRD Kaltim sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, mengenai pentingnya komunikasi politik yang sehat serta kemampuan membedakan informasi yang benar dan hoaks.

Baca  DPRD Kukar Dukung Visi Bupati, Soroti Penguatan Pertanian

“Selama ini komunikasi politik sering dipersepsikan kurang baik. Karena itu kami ingin memberikan pemahaman agar mahasiswa maupun masyarakat semakin cerdas dalam memfilter berbagai informasi, terutama berita hoaks,” ujar Sapto.

Menurutnya, kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting mengingat kondisi global saat ini ikut memengaruhi kehidupan masyarakat. Berbagai isu, mulai dari dinamika geopolitik hingga kondisi ekonomi, dinilai berpotensi memunculkan beragam informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Baca  Daftar Sekarang! Beasiswa Aperti BUMN 2024 Resmi Dibuka, Cek Syarat Pendaftarannya

“Setiap informasi harus disaring terlebih dahulu. Saat ini situasinya sangat sensitif, mulai dari persoalan geopolitik dunia, kondisi ekonomi, gelombang PHK, hingga sektor pertambangan. Semua itu memunculkan banyak informasi yang harus dipastikan kebenarannya,” katanya.

Sementara itu, Silviana Purwanti menilai penguatan demokrasi juga harus dibarengi dengan peningkatan literasi digital. Menurutnya, teknologi bukanlah sesuatu yang baik ataupun buruk, melainkan bergantung pada cara manusia menggunakannya.

“Teknologi itu ibarat dua mata pisau. Bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat, tetapi juga bisa disalahgunakan. Teknologi bersifat netral, manusialah yang menentukan penggunaannya. Karena itu mahasiswa perlu memiliki rasa tanggung jawab dalam memanfaatkan internet sebagai bagian dari kehidupan berdemokrasi,” jelasnya.

Baca  DPRD Kaltim Dorong Percepatan Pembentukan FIK Unmul

Salah seorang peserta, Adit Yogi Anggara, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pentingnya menjaga kualitas informasi di ruang digital.

“Terima kasih karena mahasiswa masih dilibatkan dalam penguatan demokrasi di Kalimantan Timur. Semoga ilmu yang kami dapat hari ini dapat terus bermanfaat dan menjadi bekal di masa mendatang,” tuturnya. (afr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button