
Editorialkaltim.com – Duo instrumental asal Samarinda, Cloverdove, resmi memperkenalkan diri ke publik lewat single perdana berjudul Leisure. Karya debut tersebut menjadi penanda awal perjalanan musikal mereka sekaligus memperlihatkan karakter musik yang menggabungkan sentuhan alternative twinkly rock dan midwest emo dengan atmosfer emosional yang hangat.
Cloverdove merupakan proyek musik yang lahir dari obrolan santai dua musisi Samarinda di awal 2026. Berawal dari diskusi seputar musik saat nongkrong bersama, ide iseng tersebut berkembang menjadi sebuah proyek duo instrumental yang kini resmi merilis karya pertama mereka.
Duo ini diperkuat Cici Andriati di posisi gitar dan Diemas Mahardhika sebagai pemain bass. Nama Cloverdove sendiri dipilih dari usulan rekan mereka, Lery, yang juga memiliki peran besar dalam proses produksi lagu debut tersebut.
Makna nama itu menjadi identitas sekaligus harapan bagi perjalanan mereka. Kata clover atau daun semanggi melambangkan keberuntungan dan harapan, sedangkan dove atau merpati putih merepresentasikan kedamaian dan ketenangan.
“Nama ini kami pilih sebagai simbol harapan, ketenangan, serta energi positif yang ingin terus kami bagikan kepada pendengar,” kata Cici kepada editorialkaltim.com, Minggu (7//6/2026).
Dalam proses kreatifnya, Leisure bermula dari sebuah draft gitar yang dibuat Cici. Materi tersebut kemudian dikembangkan bersama Diemas melalui penambahan bass dan drum. Setelah melewati sejumlah revisi berdasarkan diskusi serta masukan dari Lery selaku produser, lagu tersebut masuk tahap rekaman, mixing, hingga mastering sebelum akhirnya dirilis.
Berbeda dari banyak lagu populer yang mengandalkan vokal dan lirik, Cloverdove memilih menyampaikan pesan melalui permainan instrumen. Repetisi gitar, dinamika ritme yang bergerak perlahan, serta ambience yang tenang menjadi medium untuk membangun ruang refleksi bagi pendengar.
“Kami ingin musik ini terasa dekat secara emosional. Bukan hanya didengar, tetapi menjadi ruang refleksi pribadi siapa saja.”
Menurut Cici, Leisure menggambarkan momen ketika seseorang mencoba berhenti sejenak dari rutinitas dan hiruk pikuk pikiran yang terus bergerak. Melalui rangkaian nada tanpa lirik, mereka menghadirkan refleksi diri sekaligus dinamika emosi yang berkembang secara perlahan.
“Leisure lahir dari kebutuhan beristirahat sejenak, menikmati waktu luang, serta menemukan ketenangan saat kehidupan terasa rumit sekali.”
Pilihan mengeksplorasi nuansa alternative dan midwest emo juga berangkat dari selera musik kedua personelnya. Salah satu inspirasi utama terbentuknya proyek ini berasal dari musisi Filipina bernama Gabba, yang kerap mereka dengarkan bersama. Selain itu, berbagai referensi musik lain turut memberi warna dalam proses penciptaan karya.
Di balik proses kreatif tersebut, tantangan terbesar justru datang dari upaya menjaga suasana hati serta membagi waktu di tengah kesibukan pekerjaan masing-masing. Meski demikian, mereka tetap optimistis melanjutkan perjalanan musiknya.
Ke depan, Cloverdove telah menyiapkan sejumlah materi baru untuk digarap. Mereka menargetkan merilis beberapa single lanjutan sebelum menuju proyek yang lebih besar berupa EP.
“Harapan kami ekosistem musik semakin sehat, lahir regenerasi baru, serta local heroes Samarinda makin dikenal luas nasional.” tutupnya.
Single Leisure kini sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming digital dan menjadi langkah awal Cloverdove memperkenalkan warna baru dalam skena musik instrumental Samarinda.(ndi).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



