
Editorialkaltim.com – DPRD Kota Bontang mulai mendorong penguatan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai langkah strategis menghadapi perubahan kondisi fiskal daerah.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menilai selama ini struktur keuangan daerah masih sangat bergantung pada dana bagi hasil (DBH), sehingga upaya penguatan PAD belum berjalan maksimal.
Ia menjelaskan, saat DBH masih tinggi, perhatian terhadap penggalian potensi pendapatan daerah cenderung belum menjadi prioritas utama.
“Selama ini kita terlalu bergantung pada DBH yang nilainya besar, sehingga upaya menggali PAD belum dilakukan secara optimal,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan daerah lain yang sejak awal dituntut lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan karena tidak memiliki dukungan DBH sebesar Bontang.
Rustam menambahkan, kontribusi PAD terhadap kekuatan fiskal daerah saat ini masih berada di bawah target ideal. Padahal, secara umum daerah diharapkan mampu mencapai porsi sekitar 20 persen dari total kekuatan fiskal.
“Capaian kita masih di bawah angka ideal, sehingga perlu ada langkah serius untuk meningkatkan kontribusi PAD ke depan,” katanya.
Ia menilai, perubahan kondisi fiskal saat ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk berbenah, termasuk mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor pajak dan retribusi.
Selain itu, Rustam juga menyoroti perlunya peningkatan efektivitas pengelolaan anggaran agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Sekarang situasinya sudah berbeda, sehingga diperlukan pola pikir baru dalam mengelola keuangan daerah, termasuk bagaimana memaksimalkan potensi yang tersedia,” pungkasnya. (lia/ndi/adv)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



