KaltimSamarinda

Samarinda Krisis Petugas Sampah

Petugas Sampah (Foto: Istimewa)

Editorialkaltim.com – Wakil Ketua DPRD Samarinda Celni Pita Sari mengungkapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda kini kesulitan mencari tenaga honorer untuk menangani persoalan sampah. Di tengah keterbatasan petugas, volume sampah di Kota Tepian disebut terus meningkat.

Celni menilai persoalan sampah di Samarinda makin kompleks karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga antara sampah basah dan sampah kering.

“Memang khusus untuk DLH ya, kita agak kesulitan mencari pegawai-pegawai honor yang bisa mengerjakan pekerjaan khususnya untuk menangani sampah,” ujar Celni.

Baca  Revisi Perda UMKM, DPRD Bontang Harap Perkuat Legalitas dan Perluas Dukungan untuk Pengusaha Kecil

Menurut politikus Partai NasDem itu, kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan efisiensi anggaran yang membuat pemerintah daerah harus mengurangi sejumlah tenaga staf. Di sisi lain, pemerintah juga harus menyesuaikan pembiayaan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Apalagi sekarang posisinya efisiensi. Jadi banyak staf yang kita kurangi karena kita juga harus memikirkan P3K yang harus kita biayai juga,” katanya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Celni memastikan pembayaran gaji tenaga honorer maupun P3K di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda masih dalam kondisi aman. Ia menyebut Wali Kota Samarinda Andi Harun tetap berkomitmen menjaga hak pegawai.

Baca  DPMPTSP Bontang Pertimbangkan Aspek Sosial Terkait Pendirian Toko Modern Waralaba

“Kalau untuk gaji sampai detik ini masih aman. Walaupun kita sedang ada efisiensi, tapi untuk gaji honor dan juga gaji pegawai maupun P3K insyaallah aman,” ucapnya.

Celni menilai kondisi pengelolaan sampah di Samarinda sudah mengkhawatirkan dan berpotensi menuju darurat sampah apabila tidak segera ditangani serius. Menurutnya, mayoritas warga masih mencampur seluruh jenis sampah dalam satu tempat pembuangan.

Ia mengatakan pemerintah sebenarnya sudah berulang kali melakukan sosialisasi terkait pemilahan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Namun, pelaksanaannya di lapangan dinilai belum maksimal.

Baca  Hari Ini, Abdul Rohim Dilantik Sebagai Anggota DPRD Samarinda

“Banyak program yang sudah kita mulai sosialisasikan untuk tidak menggunakan botol plastik, tapi warga kita masih tetap menggunakan sampah plastik. Bahkan tas daur ulang pun juga masih belum terealisasi dengan baik,” tuturnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button