BontangKaltim

Minim Terapis, DPRD Bontang Dorong Edukasi dan Penguatan SDM

Kunjungan Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal ke PLA (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Komisi A DPRD Kota Bontang tidak hanya menyoroti keterbatasan tenaga pendamping di Pusat Layanan Autis (PLA) Autis Center Kelurahan Api-Api, tetapi juga menekankan pentingnya membangun kesadaran publik agar penanganan anak berkebutuhan khusus berjalan lebih menyeluruh.

Saat ini, jumlah tenaga pendamping yang hanya tiga orang untuk menangani 19 anak dinilai belum sebanding dengan kebutuhan layanan terapi. Namun, persoalan tersebut disebut bukan semata-mata karena kekurangan tenaga, melainkan juga berkaitan dengan dukungan anggaran dan perhatian lintas sektor.

Baca  Debat Publik Kedua Pilwalkot Samarinda 2024, Paslon Siap Dalami Visi Misi

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mengatakan penguatan layanan autisme perlu dilihat secara komprehensif, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dukungan kebijakan dan sosial di masyarakat.

“Yang perlu kita dorong bukan hanya penambahan tenaga, tetapi bagaimana semua pihak ikut terlibat. DPRD di sisi anggaran, pemerintah sebagai pelaksana, dan media membantu memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Baca  Kubar Bentuk 194 Koperasi Merah Putih, Mayoritas di Kampung

Ia menilai keterbatasan SDM yang terjadi saat ini erat kaitannya dengan alokasi anggaran yang belum memadai. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memperkuat layanan, baik dari sisi tenaga pendamping maupun fasilitas pendukung terapi.

“Kalau kita ingin layanan ini optimal, tentu harus ada penyesuaian anggaran, termasuk untuk menambah tenaga dan melengkapi fasilitas yang ada,” katanya.

Selain itu, Saeful juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap anak penyandang autisme. Menurutnya, dukungan sosial menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Baca  DPRD Kaltim Bahas Perubahan Dua Perda BUMD

“Masyarakat perlu diberi pemahaman agar tidak memberikan stigma. Orang tua juga harus didorong untuk tetap percaya diri karena anak-anak ini memiliki potensi yang bisa dikembangkan melalui terapi yang tepat,” jelasnya. (lia/ndi/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button