Nasional

Juri LCC 4 Pilar Kalbar Viral usai Kurangi Nilai Peserta, Ini Profil Dyastasita WB

Juri LCC 4 Pilar Kalbar, Dyastasita WB (Foto: Istimewa)

Editorialkaltim.com – Nama Dyastasita Widya Budi atau Dyastasita WB mendadak menjadi sorotan publik usai polemik penilaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial. Sosok dewan juri tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul perdebatan terkait perbedaan pemberian poin kepada peserta dengan jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa.

Video cuplikan lomba yang beredar luas memicu reaksi warganet. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan objektivitas penilaian dalam kompetisi tersebut, terutama setelah salah satu regu mendapat pengurangan nilai meski dianggap memberikan jawaban yang benar.

Polemik bermula saat peserta diberikan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden.

Baca  Indonesia Dapat Pinjaman Rp7,7 Triliun dari Asian Development Bank, Dipakai Buat Perbaiki SDM

Namun, jawaban tersebut justru mendapat pengurangan poin dari dewan juri. Dalam tayangan lomba yang viral, Dyastasita menyebut pengurangan nilai dilakukan karena unsur “Dewan Perwakilan Daerah” dinilai tidak terdengar jelas saat jawaban disampaikan.

“Nilai minus lima,” ujar Dyastasita dalam video yang beredar di media sosial.

Tak lama kemudian, pertanyaan serupa diberikan kepada regu lain dengan jawaban yang dianggap memiliki substansi hampir sama. Regu tersebut justru memperoleh nilai penuh. Perbedaan penilaian itu kemudian memicu perdebatan luas di media sosial.

Salah satu akun media sosial sekolah, @smansaptk.informasi, meminta adanya klarifikasi terbuka terkait mekanisme penilaian lomba. Pihak SMAN 1 Pontianak juga berharap ada penjelasan resmi guna menjaga integritas kompetisi tersebut.

Baca  Utang Melonjak Rp8.262 Triliun, PKS Desak Pemerintah Hentikan Proyek Mercusuar

Di tengah polemik yang berkembang, SMAN 1 Sambas dipastikan melaju mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional dalam ajang LCC 4 Pilar MPR RI.

Seiring viralnya kontroversi itu, profil Dyastasita ikut menjadi perhatian publik. Berdasarkan informasi di laman resmi MPR RI, Dyastasita menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.

Ia diketahui memiliki pangkat Pembina Utama (IV/e) dan aktif dalam berbagai kegiatan pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI. Dyastasita juga tercatat sebagai lulusan strata satu dengan gelar Sarjana Sosial.

Baca  Freeport Indonesia Setor Rp3,35 Triliun dari Laba Bersih ke Pemerintah Daerah

Tak hanya jabatan, laporan harta kekayaan Dyastasita juga ramai dicari publik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang dilaporkan pada 26 Maret 2026, Dyastasita tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp581.220.940 setelah dikurangi utang.

Dalam laporan tersebut, sebagian besar kekayaan berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp697.120.000 yang berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Selain itu, ia juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1.675.031.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button