BPBD PPU Serahkan Bantuan ke Keluarga Lansia Meninggal di Hutan Paser

Editorialkaltim.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik ke keluarga korban meninggal dunia, Tusiman (65), warga Desa Giripurwa. Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di kawasan hutan PT Fajar Surya Swadaya, Patok 90, Desa Muara Toyu, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser.
Penyaluran bantuan dilakukan Minggu sore, sehari setelah laporan hilangnya korban diterima Sabtu pagi. Bantuan diserahkan langsung ke pihak keluarga sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap warga terdampak musibah.
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan langkah ini merupakan respons cepat agar keluarga korban tetap mendapat dukungan di tengah situasi duka.
“Bantuan logistik ini kami serahkan untuk meringankan beban keluarga yang terdampak atas musibah yang terjadi saat ini,” ujarnya Minggu (19/4/2026), di Giripurwa.
Ia menjelaskan bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok sehari-hari. Mulai dari beras sebanyak 50 kilogram, mi instan lima dus, air mineral, telur, selimut, gula, minyak goreng, hingga paket sembako lengkap.
Menurut Nurlaila, bantuan tersebut diharapkan bisa membantu keluarga korban dalam beberapa hari ke depan sambil menunggu kondisi kembali stabil.
“Selain bantuan kebutuhan pokok, kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan di lapangan berjalan cepat dan tepat,” katanya kepada awak media.
Proses penyaluran bantuan melibatkan berbagai unsur. Mulai dari BPBD PPU, Pemerintah Desa Giripurwa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga personel Pospol Petung. Satu unit mobil operasional juga dikerahkan untuk mendukung distribusi logistik ke lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas di kawasan hutan, terutama area yang minim akses dan pengawasan. Kondisi geografis serta keterbatasan sarana kerap menyulitkan proses pencarian saat terjadi insiden.
BPBD PPU mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di wilayah hutan. Koordinasi dengan aparat setempat dinilai penting guna meminimalkan potensi kejadian serupa.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di kawasan hutan dan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat demi keselamatan bersama,” tutupnya.(tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



