KaltimSamarinda

Wali Kota Samarinda Minta Warga Bijak Gunakan BBM Usai Kenaikan Harga

Wali Kota Samarinda Andi Harun (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengajak masyarakat untuk menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara bijak. Ia menilai, penyesuaian harga yang mulai berlaku Sabtu (18/4/2026) seharusnya menjadi momentum untuk mendorong perilaku hemat energi di tengah masyarakat.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, kenaikan harga BBM tidak selalu harus dipandang negatif, melainkan sebagai pengingat agar penggunaan energi lebih efisien. “Bukan semata-mata karena kita tidak punya atau terbatas uang. Walaupun mampu, kita tetap harus berhemat karena pasokan BBM sewaktu-waktu bisa berkurang,” ujarnya Sabtu (18/4/2026).

Baca  Tragis! Bocah 16 Tahun di Kukar Jadi Korban Nafsu Bejat Ayah Tiri

Ia menjelaskan, pola konsumsi BBM di masyarakat selama ini masih cenderung boros, terutama dalam penggunaan kendaraan sehari-hari. Menurutnya, perubahan harga ini bisa menjadi pendorong agar masyarakat mulai mengubah kebiasaan tersebut.

“Perilaku kita, cara kita berkendaraan menggunakan BBM harus makin bijak. Sebaiknya kalau tidak terlalu penting, kita hindari penggunaan BBM. Gunakan pada saat memang diperlukan, baik untuk kepentingan keluarga maupun pekerjaan,” katanya.

Andi Harun juga menilai, langkah efisiensi penggunaan BBM tidak hanya berdampak pada pengeluaran pribadi, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi secara umum. Dengan penggunaan yang lebih terkontrol, pasokan energi diharapkan bisa lebih terjaga dalam jangka panjang.

Baca  Dewan Samarinda Dukung Pemkot Perbanyak Toilet Sekolah

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Sejumlah jenis BBM mengalami kenaikan signifikan, di antaranya Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.

Selain itu, Dexlite turut naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter. Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di angka Rp12.300 per liter.

Baca  Wagub Kaltim Targetkan Kemandirian Pangan dalam 5 Tahun

Untuk BBM bersubsidi, pemerintah belum melakukan perubahan harga. Pertalite tetap dibanderol Rp10.000 per liter dan Biosolar berada di harga Rp6.800 per liter.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button