
Editorialkaltim.com – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur sekaligus Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kaltim, Abdulloh, angkat bicara terkait rencana aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April mendatang. Ia menegaskan bahwa aksi penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang dijamin oleh undang-undang, namun harus tetap dilaksanakan secara tertib.
Abdulloh mengingatkan agar seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang mengarah pada anarkisme. Menurutnya, penyampaian aspirasi yang baik akan lebih efektif jika dilakukan dengan cara santun.
“Demo tidak dilarang. Menyampaikan aspirasi itu boleh-boleh saja dan dilindungi undang-undang. Tapi kami mengimbau agar dilakukan dengan baik, santun, dan tidak anarkis,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Di sisi lain, ia memastikan bahwa organisasi Laskar Merah Putih Kaltim tidak akan terlibat dalam aksi tersebut. Ia menyebut, keputusan itu merupakan instruksi langsung dari pengurus pusat yang wajib dipatuhi seluruh anggota di daerah.
Menurut Abdulloh, LMP memiliki tanggung jawab dalam menjaga kondusivitas daerah, sehingga memilih untuk tidak ikut dalam aksi turun ke jalan. Ia juga telah menyampaikan arahan tersebut kepada seluruh jajaran organisasi di Kaltim.
“LMP tidak ikut aksi. Itu sudah instruksi dari pusat dan sudah saya sampaikan. Kami berkoordinasi dengan LMP pusat,” tegasnya.
Ia pun memperingatkan akan memberikan sanksi tegas kepada anggota yang tetap turun dalam aksi dengan membawa atribut organisasi. Bahkan, ia tidak segan mengambil langkah pemecatan jika aturan tersebut dilanggar.
“Kalau turun secara pribadi silakan saja. Tapi kalau saya melihat ada atribut loreng LMP dipakai saat aksi, itu berarti membawa nama organisasi. Saya pecat,” katanya.
Pernyataan tersebut diketahui menuai beragam tanggapan dari masyarakat, khususnya di media sosial. Abdulloh mengaku menerima banyak kritik, namun ia tetap konsisten dengan sikap yang diambilnya.
“Walaupun saya dihujat habis-habisan enggak apa-apalah. Di Facebook saya ramai komentar yang menghujat. Tapi itu biasa saja,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keputusan LMP untuk tidak terlibat bukan berarti tidak peduli terhadap aspirasi publik. Sebaliknya, pihaknya justru berperan aktif dalam mendukung pengamanan bersama aparat.
“Bukan tidak peduli. Justru kami berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membantu pengamanan. Demo itu hak, tapi tetap harus dijaga bersama agar kondusif,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



