KaltimPenajam Paser Utara

Sekda PPU Alarm Siaga Bencana, OPD Diminta Audit Kesiapan Alat

Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati PPU (Foto: Humas Pemkab)

Editorialkaltim.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU) Tohar mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati PPU, Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan latihan fisik serta diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Apel melibatkan berbagai instansi seperti BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, hingga Brigade Pengendali Api dari Dinas Pertanian. Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi menghadapi potensi bencana di wilayah Penajam Paser Utara.

Dalam arahannya, Sekda PPU Tohar menegaskan kondisi wilayah yang relatif aman saat ini tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Ia justru meminta momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan peralatan secara menyeluruh.

Baca  DPRD Kaltim Buka Pintu untuk Aksi 21 April, Pastikan Siap Terima Aspirasi

“Momentum ini harus digunakan untuk mengecek kembali seluruh aset, mulai dari jumlah, jenis hingga kondisinya, agar benar-benar siap digunakan saat dibutuhkan,” ujarnya Rabu (15/4/2026), Penajam.

Tohar menyoroti persoalan klasik dalam penanganan bencana, yakni peralatan tersedia tetapi tidak berfungsi ketika dibutuhkan. Menurutnya, kesiapan tidak cukup sekadar tercatat secara administratif, tetapi harus dipastikan siap secara teknis di lapangan.

“Jangan sampai alat ada tapi tidak bisa dipakai ketika situasi mendesak, justru sekarang waktunya memastikan semuanya benar-benar siap,” katanya.

Baca  Banyak ASN Mundur DPRD Kaltim, Dorong Putra Mahulu Bangun Daerah Sendiri

Ia juga mencontohkan sejumlah peralatan dasar seperti linggis, gergaji, hingga chainsaw yang sering dianggap sederhana namun memiliki peran penting saat kondisi darurat. Peralatan tersebut dinilai krusial dalam proses evakuasi maupun penanganan awal bencana.

Selain itu, Tohar meminta setiap OPD melakukan audit internal terhadap seluruh perlengkapan yang dimiliki. Proses ini mencakup identifikasi, verifikasi, hingga uji fungsi alat agar dapat digunakan secara optimal saat terjadi situasi darurat.

Baca  Efisiensi Anggaran 2025 DPRD Samarinda Bahas Rasionalisasi APBD untuk Optimalisasi Pembangunan

“Kita harus membiasakan berpikir dengan skenario terburuk agar kesiapsiagaan benar-benar maksimal serta mampu merespons bencana secara cepat dan tepat,” tutupnya.

Apel gabungan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 dengan subtema “Bersatu dalam Siaga Tangguh Menghadapi Bencana.” Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh perangkat siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana secara terkoordinasi dan efektif.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button