
Editorialkaltim.com – DPRD Kalimantan Timur menyoroti minimnya program Dinas Perhubungan (Dishub) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Daerah (RKAD) 2026. Lemahnya fiskal daerah disebut jadi penyebab utama mandeknya sejumlah rencana pembangunan sektor transportasi.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh menyebut kondisi keuangan daerah saat ini tidak cukup kuat untuk mendorong program besar di tahun anggaran mendatang.
“Kekuatan fiskal Kaltim sekarang ini memang melemah. Jadi di 2026 belum ada kegiatan besar yang bisa dijalankan,” ujarnya usai Rapat Kerja pembahasan kegiatan 2026 dan RKPD 2027 di Kantor DPRD Kaltim, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan, dampak dari melemahnya fiskal mulai terasa dalam penyusunan RKAD Dishub. Sejumlah program strategis yang sebelumnya dirancang kini harus ditunda, bahkan ada yang dihapus.
Tak hanya itu, program yang tersisa pun didominasi kegiatan berskala kecil dan belum tentu bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
“Beberapa perbaikan, termasuk di Samarinda, itu pun belum bisa dilaksanakan. Masih menunggu surat dari pusat,” katanya.
Abdulloh mengakui, efisiensi anggaran membuat banyak rencana kerja terpaksa dikorbankan. Kondisi ini berpotensi berdampak pada pelayanan transportasi dan infrastruktur pendukung yang tidak berkembang signifikan.
“Dengan efisiensi yang ada, banyak kegiatan akhirnya harus direlakan,” ungkapnya.
Meski begitu, DPRD mulai mengarahkan fokus ke tahun berikutnya. Pembahasan program untuk 2027 sudah mulai dilakukan, termasuk penginputan usulan melalui Pokok-pokok Pikiran (Pokir) dewan.
Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa penguatan fiskal, perencanaan tersebut berpotensi kembali mengalami kendala serupa.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



