KaltimKukar

Ekspor Kratom Kukar Kembali Bergeliat, Pabrik Pengolahan Siap Penuhi Pasar Global

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin saat di Pabrik pengolahan dan ekspor milik PT DJB Botanicals Indonesia di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang (Foto: Prokom Kukar)

Editorialkaltim.com – Aktivitas ekspor daun kratom dari Kutai Kartanegara mulai menunjukkan geliat baru seiring terbitnya regulasi terbaru melalui Permendag Nomor 20 dan 21 Tahun 2024. Kebijakan tersebut membuka kembali keran ekspor komoditas kratom sekaligus memberi kepastian bagi pelaku usaha dan petani di daerah.

Pabrik pengolahan dan ekspor milik PT DJB Botanicals Indonesia di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, menjadi salah satu fasilitas yang kini bersiap memaksimalkan peluang tersebut. Proses pengolahan dilakukan secara bertahap mulai dari pengeringan, sortasi hingga ekstraksi untuk memenuhi standar pasar internasional.

Baca  Internet Gratis Kaltim Dukung Digitalisasi Koperasi Merah Putih

Koordinator pabrik Haris mengatakan pihaknya telah menyiapkan sistem produksi sesuai standar ekspor serta memastikan kualitas daun kratom tetap terjaga agar memenuhi permintaan pasar global, ujarnya, Minggu (29/3/2026) di Tenggarong Seberang.

Ia menjelaskan, permintaan kratom di pasar internasional terus meningkat, terutama dari sejumlah negara yang memanfaatkan produk tersebut sebagai bahan herbal. Hal ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan nilai ekspor nonmigas.

Selain itu, keberadaan pabrik pengolahan di tingkat lokal dinilai mampu mempercepat rantai distribusi sekaligus menjaga kualitas produk sebelum dikirim ke luar negeri. Proses ini juga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Baca  Upaya Strategis DPRD Kaltim Atasi Persoalan Banjir

“Dengan pengolahan langsung di daerah, kualitas lebih terjaga dan distribusi menjadi efisien sehingga produk siap ekspor lebih cepat,” katanya.

Potensi kratom di Kutai Kartanegara sendiri tersebar luas di wilayah hulu seperti Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan hingga Kembang Janggut. Wilayah tersebut selama ini menjadi pemasok utama bahan baku untuk industri pengolahan.

Baca  DPRD Kaltim Gelar RDP Bersama OJK, Soroti Masalah Bank Kaltimtara

Dengan terbukanya kembali akses ekspor, komoditas kratom diproyeksikan menjadi salah satu andalan baru selain sektor sumber daya alam. Hilirisasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.

Haris menambahkan pihaknya optimistis ekspor kratom akan terus meningkat.

“Seiring kepastian regulasi serta dukungan infrastruktur pengolahan di daerah yang semakin berkembang, tutupnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button