Nasional

Prabowo Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Perang Iran-AS dan Israel

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Editorialkaltim.com – Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat mulai menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada harga energi global.

Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

“Saya kira bisa kita kaji masalah ini, saya kira kita harus upaya lakukan penghematan,” ujar Prabowo dalam arahannya kepada jajaran kabinet.

Prabowo menekankan pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah menghadapi dinamika global, khususnya konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia perlu bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi akibat eskalasi konflik tersebut.

Baca  KPU Catat 81 Lembaga Survei Terdaftar di Pemilu 2024, Cek Daftar Namanya

“Kita harap skenario terburuk tak terjadi di Timur Tengah,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung sejumlah negara yang mulai mengambil langkah penghematan energi sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia. Salah satunya adalah Pakistan yang telah menerapkan kebijakan penghematan penggunaan BBM.

Lonjakan harga minyak dunia sendiri dipicu oleh meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi global.

Harga minyak mentah acuan Brent bahkan sempat menyentuh level US$119,50 per barel pada Senin (9/3), menjadi yang tertinggi sejak pertengahan 2022. Harga kemudian sedikit turun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut konflik dengan Iran berpotensi segera mereda.

Baca  Presiden Jokowi Resmi Hapus Kelas BPJS Kesehatan, Diganti Jadi KRIS

Sejumlah negara mulai mengantisipasi dampak ekonomi dari konflik tersebut. Filipina, misalnya, menerapkan kebijakan empat hari kerja untuk mengurangi konsumsi energi nasional.

Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk meringankan tekanan ekonomi akibat dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi.

“Kita adalah korban perang yang bukan kemauan kita. Tapi kita memegang kendali atas perlindungan terhadap rakyat Filipina,” kata Marcos dalam pernyataannya, Jumat (6/3), seperti dikutip AFP.

Kebijakan empat hari kerja tersebut mulai diberlakukan sejak Senin (9/3) dan diterapkan di kantor-kantor pemerintah. Namun aturan ini tidak berlaku bagi sektor layanan publik seperti kepolisian dan pemadam kebakaran.

Baca  Prabowo Subianto Kunjungi Xi Jinping, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-China

Kenaikan harga energi global dipicu oleh ditutupnya Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Iran bahkan menyatakan akan menyerang kapal yang melintas di wilayah tersebut, kecuali kapal milik China dan Rusia.

Penutupan jalur strategis itu diperkirakan akan memicu lonjakan harga BBM di berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Tenggara.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button