
Editorialkaltim.com – DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) menanggapi keputusan DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim yang menarik dukungan dari koalisi pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud–Seno Aji di 2029.
Bendahara DPD Gerindra Kaltim yang juga Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menilai langkah tersebut merupakan hak politik PKB. Namun ia menyebut pernyataan keluar dari koalisi saat ini dinilai terlalu dini.
“Saya pikir itu hak prerogatif Ketua DPW PKB Kaltim untuk menyampaikan demikian. Namun, politik ini sangat dinamis. Menyatakan tidak mendukung sekarang menurut kami terlalu prematur,” ujar Sabaruddin saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, dinamika politik ke depan masih sangat terbuka dan memungkinkan terjadinya berbagai perubahan. Karena itu, ia menilai tidak tepat jika saat ini sudah ada sikap yang menutup kemungkinan kerja sama politik di masa mendatang.
Sabaruddin menjelaskan skema politik ke depan bisa saja berubah, baik dari sisi figur maupun strategi politik yang ditempuh masing-masing partai.
“Siapa tahu besok atau lusa skemanya berubah, mungkin ada Rudi X atau Seno X. Kita tidak pernah tahu jalan ke depan seperti apa. Terlalu dini untuk menutup pintu sekarang,” katanya.
Ia juga menilai dinamika dalam koalisi merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Perbedaan pandangan antarpartai politik tidak seharusnya langsung dimaknai sebagai berakhirnya kerja sama.
Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah memastikan kebijakan pemerintah tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Wajar jika dalam satu usungan partai politik ada yang puas dan ada yang tidak puas, itu hal biasa. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengontrol kebijakan tersebut agar tetap berpihak pada masyarakat,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



