KaltimSamarindaZona Kampus

KAMMI Kaltimtara Kutuk Serangan AS–Israel ke Iran, Sampaikan 6 Sikap Resmi

Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Kalimantan Timur–Kalimantan Utara (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Kalimantan Timur–Kalimantan Utara (Kaltimtara) mengeluarkan enam poin pernyataan sikap terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi mengancam stabilitas perdamaian dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Dalam siaran pers yang dirilis pada Sabtu (7/3/2026), PW KAMMI Kaltimtara menyampaikan enam poin sikap terkait situasi geopolitik tersebut.

Pertama, KAMMI Kaltimtara mengutuk keras tindakan agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Kedua, KAMMI menuntut Pemerintah Republik Indonesia secara tegas mengecam tindakan militer Amerika Serikat dan Israel yang dianggap dapat memperburuk stabilitas kawasan serta bertentangan dengan prinsip perdamaian dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Baca  Dorong Kemandirian Perempuan, Ketua PKK Kukar Luncurkan Program “Perkakas Diri”

Ketiga, dalam pernyataan resminya, KAMMI juga menyampaikan tuntutan kepada pemerintah pusat.

“Kami menuntut Presiden Indonesia mengevaluasi dan segera keluar dari Board of Peace (BOP) yang menjadi alat zionis dan mengabaikan hak kemanusiaan Palestina,” demikian bunyi salah satu poin pernyataan sikap tersebut.

Keempat, KAMMI Kaltimtara meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah, khususnya terkait stabilitas ekonomi nasional, ketahanan energi, inflasi, serta perlindungan warga negara Indonesia di kawasan konflik.

Kelima, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kalimantan Timur juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan dampak konflik global, termasuk terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan daerah.

Keenam, KAMMI menyerukan kepada seluruh pemuda Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, agar berpartisipasi aktif mengawal isu geopolitik Timur Tengah, meningkatkan solidaritas kemanusiaan, serta menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat.

Baca  DPRD Kaltim Bersama Rombongan Forkopimda Lakukan Pemantauan Intensif Pilkada di Bontang

PW KAMMI Kaltimtara menilai konflik geopolitik di Timur Tengah tetap berpotensi memberikan dampak bagi Indonesia meskipun secara geografis berada jauh dari kawasan tersebut.

Sejak awal Maret 2026, ketegangan di kawasan itu disebut telah memicu fluktuasi harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan biaya impor energi Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah dan bahan bakar. Lonjakan harga energi global dikhawatirkan dapat meningkatkan tekanan terhadap anggaran subsidi bahan bakar pemerintah.

Selain itu, kenaikan harga energi juga berpotensi memicu inflasi domestik yang berdampak pada daya beli masyarakat.

Konflik yang berlangsung di kawasan Teluk Persia sejak akhir Februari 2026 juga dinilai dapat meningkatkan biaya logistik dan asuransi pelayaran, terutama bagi kapal-kapal yang melintasi jalur energi global tersebut.

Baca  Pemkab Kukar Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Visi Kukar Idaman Terbaik

Kondisi ini berpotensi memperlambat arus perdagangan internasional serta meningkatkan biaya impor dan ekspor bagi negara-negara yang bergantung pada jalur perdagangan global, termasuk Indonesia.

Karena itu, KAMMI menilai Indonesia perlu memperkuat strategi ketahanan energi nasional. Diversifikasi sumber energi dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dari kawasan tertentu.

Di sisi lain, pemerintah juga didorong untuk meningkatkan cadangan energi strategis serta mempercepat pengembangan energi terbarukan guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button