Internasional

5 Alasan Kenapa Gempa Turki Sangat Merusak, Ini Penjelasan BMKG

Salah satu bangunan yang runtuh akibat gempa dahsyat di Turki, Senin (6/2/2023). (Edanur Yildiz).

Editorialkaltim.com – Gempa berkekuatan 7.8 megnitudo mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2022). Ribuan masyarakat meninggal dunia, dan banyak bangunan runtuh.

Per Rabu (08/2/2023), korban jiwa melonjak hingga 7.800 orang. Dilansir dari CNN, lebih dari 5.700 bangunan di Turki runtuh, termasuk rumah sakit, sekolah, dan blok apartemen runtuh. Melukai puluhan ribu orang dan menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menyebut, gempa Turki sangat destruktif atau merusak.

Melalui akun instargramnya @daryonobmkg dia menuliskan 5 alasan mengapa gempa Turki sangat merusak hingga menjadi perhatian banyak negara.

1. Magnitudo Besar di angka 7.8

Gempa Turki memiliki magnitudo sebesar 7,8. Menurut situs BMKG, gempa dengan skala ini termasuk dalam gempa Bumi besar. Gempa Bumi ini biasanya menyebabkan kerusakan yang sangat serius, bahkan menimbulkan bencana alam lainnya.

Baca  Bantu Palestina, Spanyol Kucurkan Dana Darurat untuk UNRWA Senilai Rp59,6 Miliar

2. Gempa Kerak Dangkal

Daryono menuliskan, alasan kedeua karena gempa terjadi di kerak dangkal. Gempa Turki, terjadi di 17,7 KM di atas permukaan bumi.

Gempa bumi dangkal yakni gempa bumi yang titik pusat terjadinya gempa berada kurang dari 60 kilometer di bawah permukaan bumi. 

Faktor lokasi, jarak pusat gempa, dan kedalaman sangat mempengaruhi besar atau kecilnya daya guncang di permukaan. Gempa bumi dangkal cenderung merusak kendati magnitudo gempa tidak terlalu tinggi dan lokasinya dekat dengan permukaan tanah. Rasanya seperti ada ledakan di bawah kaki.

Gempa dalam berbeda karena gelombang seismik harus merambat berkilo-kilometer ke permukaan sehingga mengalami pengurangan energi. Oleh karena itu, gempa bumi dangkal umumnya menimbulkan kerusakan yang cukup besar.

Baca  Protes Pemerintah Paris, Aktivis Lingkungan Lemparkan Sup ke Lukisan Mona Lisa

3. Terdiri Dari 3 Gempa Besar

Setelah gempa pertama dengan kekuatan 7,8, gempa besar lainnya menyusul dengan kekuatan 6,7 dan 7,5. Selain itu, ada puluhan gempa susulan yang menyusul.

4. Terjadi Saat Dini Hari

Waktu gempa terjadi pada dini hari pukul 04.17 atau sekitar 8.17 WIB. Dimana banyak warga yang masih terlelap di rumah masing-masing.

5. Pusat Gempa di Kelilingi 4 Kota Besar

Terakhir, Daryono menuliskan, pusat gempa Turki di kelilingi 4 kota besar, yakni Gaziantep, Kahramanmaras, Pazarcik, & Nurdagi.

Selain itu, tulis Daryono dalam postingannya, Rabu (8/2/2023), Turki memiliki 2 sumber gempa utama yaitu Sesar Anatolia Utara (kuning) dan Sesar Anatolia Timur (pink). Dua sumber gempa ini merupakan generator gempa dahsyat di daratan Turki. Gempa-gempa kuat magnitudo diatas 7,0 seringkali terjadi menurut catatan sejarah kegempaan Turki.

Baca  Indonesia Terhindar Sanksi Berat, Erick Thohir: FIFA Hanya Beri Kartu Kuning

Untuk Sesar Anatolia Timur yang menjadi pemicu gempa merusak M 7,8 saat ini lokasinya berada di persimpangan 3 Lempeng aktif, yakni L. Anatolia, L. Arab, dan L. Afrika. Dalam hal ini Lempeng Arab bergerak menekan Lempeng Anatolia ke arah baratlaut dan menyebabkan Lempeng Anatolia bergeser ke barat.

Fenomena ini lazim dikenal sebagai “Tectonic Escape“. Wajar jika Sesar Anatolia Timur dengan laju geser 16 mm/tahun ini mampu mengakumulasi tegangan kulit bumi dan rilis energi sebagai gempa dahsyat yang merusak (destructive) dan mematikan (deadly).

[NFA]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltimcom kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button