
Editorialkaltim.com – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengubah pola pikir dalam pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, OPD tidak lagi cukup hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga harus mampu menciptakan sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang sah dan berkelanjutan.
Pria yang akrab disapa Awin ini menilai tantangan fiskal ke depan mengharuskan setiap perangkat daerah lebih inovatif dalam mengoptimalkan potensi pendapatan.
“Selama ini kita lebih banyak bicara bagaimana membelanjakan anggaran. Sekarang saatnya berpikir bagaimana menghasilkan pendapatan. Semua OPD harus mulai melihat peluang yang ada di sektor masing-masing,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Legislator PDI Perjuangan tersebut menyebut masih terdapat sejumlah layanan pemerintah yang sebenarnya berpotensi menjadi sumber PAD, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Beberapa di antaranya terkendala keterbatasan sumber daya manusia maupun belum optimalnya pengelolaan fasilitas yang tersedia.
“Perlu dilakukan pemetaan terhadap seluruh potensi pendapatan di bidangnya masing-masing supaya pemerintah daerah memiliki sumber pembiayaan yang lebih kuat tanpa selalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta penyusunan target PAD pada tahun-tahun mendatang dilakukan secara lebih progresif dengan strategi yang realistis dan terukur. Menurutnya, keberanian menetapkan target harus dibarengi upaya konkret untuk menciptakan sumber pendapatan baru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jangan hanya mengejar target belanja selesai. Yang lebih penting bagaimana daerah bisa memperoleh pemasukan yang nantinya kembali dimanfaatkan untuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. (lia/ndi/adv)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



