KaltimPenajam Paser Utara

Warga PPU Diminta Tak Sembarangan Membakar

Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Waris Muin (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi dampak musim kemarau, khususnya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Penetapan ini mempertimbangkan hari tanpa hujan yang relatif panjang serta meningkatnya kejadian kebakaran hutan, lahan, dan permukiman.

Wakil Bupati PPU Waris Muin menyebut salah satu potensi kebakaran dapat dipicu kelalaian masyarakat saat melakukan pembakaran di tengah kondisi lingkungan yang kering.

“Kesengajaan daripada saat musim kering begini dia membakar, tapi karena kadang lalai akhirnya persiapan pemadaman saat terjadi kebakaran dia lalai. Akhirnya menyebar,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (18/8/2026).

Baca  Bontang Berjaya, 32 Perusahaan Raih Penghargaan TJSLP 2024

Menurut Waris, api yang menyebar di kawasan kering akan lebih sulit dikendalikan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan dan memastikan kesiapan pemadaman jika aktivitas tersebut benar-benar diperlukan.

“Memang tidak bisa juga kita abai di situ, harus diperhatikan karena kita melalui musim kering panas begini memang kebakaran itu harus diwaspadai,” lanjutnya.

Waris mengatakan Pemkab PPU bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Baca  Atlet Muda Dibawah 20 Persen, Dispora Kaltim Komitmen Gelar Kejurda untuk Ciptakan Atlet Muda Berkualitas

“BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran selalu melakukan antisipasi dan telah membentuk satgas untuk menghadapi berbagai potensi bencana ini,” ujarnya.

Selain aktivitas pembakaran, kondisi lingkungan yang kering juga membuat api mudah muncul dan meluas. Ranting, semak, serta vegetasi yang mengering dapat menjadi bahan bakar saat terkena sumber api.

“Walaupun masyarakat tidak membakar, kondisi panas dan kering seperti sekarang ini tetap berbahaya. Ranting-ranting dan semak yang sudah kering sangat mudah terbakar. Karena itu, semuanya harus waspada,” jelasnya.

Baca  Wagub Kaltim Ungkap Visi Besar Lahirnya Program Gratispol

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau tidak mengabaikan potensi kebakaran selama puncak musim kemarau. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button