Samarinda

Viral Pemilu Sistem Tertutup, Nursobah Sebut Demokrasi Berjalan Mundur

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Nursobah. (Istimewa).

Editorialkaltim.com – Ruang demokrasi di era reformasi, yang dulunya terbuka, saat ini menjadi topik panas dengan ide kembalinya sistem pemilu tertutup. Menurut Anggota DPRD Samarinda, Nursobah, ide tersebut patut dipertanyakan.

“Sistem pemilu tertutup adalah langkah mundur, bukan kemajuan,” kata Nursobah. Pada awal reformasi, sistem proporsional tertutup sentralisasi sempat diterapkan. Sistem ini, sejatinya, memberikan kesempatan berpartisipasi secara nasional.

Baca  Dewan Minta Perumdam Tirta Kencana Berbenah

Namun, sistem ini berubah menjadi proporsional tertutup berdasarkan distrik. “Suara dihitung berdasarkan daerah pemilihan,” ungkap Nursobah. Ini diatur dengan mempertimbangkan komposisi penduduk dan kursi tersedia.

Setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan. “Partai kader militan seperti PDIP dan PKS bisa unggul dengan sistem tertutup,” kata Nursobah. Namun, bagi partai terbuka, sistem ini bisa menjadi petaka.

Baca  Jelang Idulfitri, Dewan Samarinda Minta Pemkot Lakukan Intervensi Harga Bapokting

“Demokrasi kita masih muda, masih mencari model terbaik. Belum semua partai dan tokoh mampu menjawab problematika bangsa dan dunia,” kata Nursobah.

“Pemilu bukan sumber duka rakyat. Dalam 25 tahun reformasi, hanya empat partai yang pernah menang,” kata Nursobah. PDIP, misalnya, belum berhasil membawa bangsa ini ke makmur.

Nursobah juga menyinggung perubahan yang tampak hanya pada isi kantong elit partai. “Demokrat dan Golkar pernah menang, tapi perubahan nyata masih belum terlihat,” tutup Nursobah.

Baca  Rekomendasi Kebab Gurih Menggoyang Lidah Di Samarinda

[LIN | ADV]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltimcom kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Back to top button