Terungkap! Khamenei Tolak Dievakuasi Saat Diserang, Pilih Bertahan Bersama Rakyat hingga Gugur

Editorialkaltim.com — Detik-detik terakhir Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, diungkap ke publik. Ia disebut menolak dievakuasi meski serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat dilaporkan mengarah ke kompleks tempatnya berada, Sabtu (28/2/2026).
Dalam wawancara dengan media lokal Iran, seorang sumber menyebut situasi keamanan saat itu kian genting. Aparat telah berulang kali meminta Khamenei meninggalkan kantor dan dipindahkan ke kota lain demi keselamatan.
Namun, jawaban yang diterima justru di luar dugaan.
“Jika kalian bisa memindahkan 90 juta warga Iran ke kota lain, saya akan pindah setelah 90 juta orang itu,” ujar sumber tersebut menirukan pernyataan Khamenei.
Tak hanya itu, aparat keamanan juga menawarkan perlindungan tambahan berupa ruang bawah tanah khusus. Lagi-lagi, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah.
“Jika kalian bisa membangun ruang bawah tanah untuk seluruh rakyat Iran, maka saya juga siap pindah setelah mereka,” lanjutnya.
Sikap itu disebut menjadi penegasan bahwa ia tak ingin diselamatkan seorang diri di tengah ancaman yang membayangi negaranya. Karena permintaan tersebut mustahil dipenuhi untuk seluruh rakyat Iran, Khamenei tetap bertahan di kantornya hingga serangan udara terjadi pada pagi hari.
Pesawat tempur yang disebut berasal dari Israel dan Amerika Serikat kemudian menyerang kompleks tersebut. Dalam peristiwa itu, Khamenei dikabarkan gugur bersama istrinya, menantu perempuan, serta beberapa keponakannya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



